Showing posts with label Improvement. Show all posts
Showing posts with label Improvement. Show all posts
12 January 2010 | 40 comments | Sibaho Way

Insight mengenai pentingnya Improvement

Add to Technorati FavoritesDulu saya rajin menulis tentang improvement di blog ini. Hingga waktu menggiring saya untuk mempelajari hal-hal baru di blogosphere termasuk salah satunya adalah mengais dollar :D
Saya sebenarnya kangen untuk menulis tentang improvement lagi dan bingo! Kemarin salah seorang teman mengirimkan email yang intinya ingin sharing tentang improvement, soal bagaimana:
  • Menyamakan persepsi mengenai Improvement Management
  • Menumbuhkan insight mengenai pentingnya Improvement
  • Menumbuhkan komitmen untuk menjadi Agent of Change dan menumbuhkan semangat kaizen (perbaikan tanpa henti) di lingkup perusahaan
Ini dia, Improvement itu sebuah budaya yang sering dianggap mudah sehingga saking mudahnya sering diremehkan.

Contoh: Apa susahnya membuang sampah pada tempatnya? Apa susahnya membuang sampah sesuai kategorinya?
Kenyataannya, banyak yang membuang sampah sembarangan, walau di situ ada tempat sampah. Kenyataannya banyak yang menaruh sampah basah di tempat sampah kering dan sebaliknya. Remeh kan? Ini masalah budaya.
Dan inilah tugas berat yang harus diselesaikan oleh teman saya tadi.

Pentingnya Improvement
Pernah mendengar istilah wormy company? Wormy company (perusahaan cacingan) adalah istilah untuk menggambarkan sebuah perusahaan dengan pemasukan (sales) tinggi tetapi profit rendah. Bagaimana mau tumbuh kencang jika net profit cuma di bawah 5% ?
Wormy company itu tidak ubahnya seperti orang yang cacingan. Semua gizi dihabiskan oleh parasit yang ada di dalam tubuh. Lalu apa parasit di dalam sebuah perusahaan? Pemborosan ! Banyak pemborosan tersembunyi dan terselubung dalam sebuah perusahaan, yang ajaibnya selalu terlihat wajar.

Pemborosan terjadi karena kita selalu terpaku dengan cara-cara lama dan takut untuk mencoba dengan cara lain. Kita selalu berasumsi bahwa cara yang sekarang adalah yang paling baik, sehingga kita malas untuk memikirkan bagaimana supaya lebih baik. Benar ! Pemborosan itu erat kaitannya dengan pola berpikir.

Saya tidak ahli dalam psikologi, cuma saya diajarkan, ketika kita berkata: tidak mungkin, susah, gak bisa, katanya secara otomatis otak juga akan tertutup untuk berpikir lebih kreatif. Beda halnya ketika kita membalik pertanyaannya menjadi: bagaimana biar mungkin, bagaimana biar mudah, bagaimana biar bisa.

Saya selalu dibuat tercengang oleh rumus kreatif ini: Harga Jual ≠ Biaya + Profit. Mengapa? Karena jika biaya bisa kita turunkan, maka harga jual kita tidak akan berubah. Yang berubah adalah profit. Keren kan ?

Coba hitung jumlah komputer di kantor Anda? Apakah itu sudah menggambarkan kebutuhan yang sebenarnya? Katakan jumlahnya ada 10 buah. Coba hitung jam operasi setiap komputer. Jika ada yang dipakai hanya 4 jam, 3 jam atau hanya 2 jam saja, mengapa tidak menggabungkan beberapa pekerjaan dalam satu komputer? Mengapa tidak diatur jadwal penggunaannya? Atau sebaliknya, jika semua komputer sudah full 8 jam sehari dipergunakan, mengapa tidak menganalisa agar pekerjaan-pekerjaan tersebut bisa dilakukan lebih cepat sehingga tidak perlu 8 jam? Sekali lagi, ini masalah pola berpikir. Ketika kita sudah mencari-cari alasan ini itu soal penggunaan komputer, maka tunas-tunas kreatifitas untuk menghilangkan pemborosan sudah dimusnahkan.

Pengalaman saya, ketika kita menganalisa secara detil setiap hal apakah itu elemen kerja, biaya dan lain-lain, maka kita akan dibuat tercengang sendiri dengan perbaikan yang bisa kita lakukan. Percaya deh...

Oke, kawan... lain kali akan saya lanjutkan lagi tulisan tentang improvement. Untuk kawan saya, Iha, yang sabar ya, emailmu pasti saya balas dengan jawaban yang lebih nendang :))

Read More..
05 November 2009 | 22 comments | Sibaho Way

Konsistensi, Kompetensi dan Sinergi ( 2 )

Bagi yang belum membaca bagian pertama, silahkan baca dulu di sini. Dan bagi yang sudah googling untuk mencari kelanjutannya, ya gak usah lanjutin lagi :D

Oke kita lanjutkan.
Kali ini Kancil dan Kura-Kura menjadi bersahabat dan mulai memikirkan solusi masalah bersama sama. Keduanya sadar bahwa lomba yang terakhir bisa dilakukan dengan jauh lebih baik. Jadi mereka memutuskan untuk melakukan perlombaan lagi, cuma kali ini mereka berlari dalam satu team.

Mereka mulai berlari. Pertama Kancil menggendong Kura-Kura sampai ke tepi sungai, kemudian di sini Kura-Kura yang menggendong Kancil untuk menyeberangi sungai. Diseberang satunya Kancil mulai menggendong Kura-Kura lagi sampai ke garis finish.
Sampai di garis finish keduanya merasa puas karena berhasil tiba dengan waktu yang jauh lebih cepat dari lomba sebelumnya.

Intinya adalah; Bagus menjadi orang yang brilian dan mempunyai kekuatan utama, akan tetapi tanpa bisa bekerjasama di dalam suatu team dan menjalin masing masing kekuatan utama, hasilnya tidak akan maksimal, karena selalu ada situasi dimana Anda ber-kinerja kurang sedangkan rekan lainnya lebih baik. Ya, Sinergi.

Kerjasama adalah masalah kepemimpinan yang sesuai dengan situasi, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi inti yang sesuai dengan situasi mengambil alih kepemimpinan.

Apa lagi yang dapat dipelajari disini?

Bahwa, baik Kancil maupun Kura-Kura tidak pernah menyerah setelah mengalami kegagalan. Bahkan Kancil bekerja lebih keras setelah kegagalannya, sedangkan Kura-kura mengubah strateginya karena dia sudah berusaha sekuat tenaga.

Dalam hidup, kalau kita menghadapi kegagalan, terkadang bisa diatasi dengan bekerja lebih keras dan menambahkan usaha Kadang akan lebih cocok untuk mengubah strategi dan melakukan sesuatu yang berbeda. Dan terkadang lebih cocok melakukan keduanya.
Keduanya juga belajar sesuatu pelajaran yang sangat penting. Kalau kita berhenti berkompetisi dengan saingan kita lalu mulai berkompetisi dengan situasi, kita akan bisa mendapatkan kinerja yang jauh lebih baik.

Ringkasnya, cerita ini mengajarkan banyak hal pada kita. Pelajaran yang penting adalah:
  • Bahwa cepat dan konsisten akan selalu lebih baik daripada lambat dan konsisten.
  • Ambilah peran yang sesuai dengan kekuatan utama anda .
  • Kumpulkan kekuatan dan bekerja didalam team akan selalu mengalahkan jagoan individu.
  • Jangan pernah menyerah kalau gagal.
  • Dan akhirnya, bersainglah melawan situasi, jangan melawan pesaing.

Selesai sudah. Walau cerita ini sudah basi bagi sebagian orang, semoga dapat menginspirasi bagi yang belum pernah mendengarnya.

Read More..
04 November 2009 | 18 comments | Sibaho Way

Konsistensi, Kompetensi dan Sinergi ( 1 )

Masih ingat cerita sepanjang masa tentang rivalitas Kancil dan Kura-kura? Dan besar kemungkinan cerita ini akan sampaikan juga ke anak-anak Anda nantinya.
Dan Kancil pun melesat jauh melampaui Kura-kura yang berjalan lambat. Karena merasa kura-kura jauh tertinggal, Kancil pun istirahat dan tertidur di bawah pohon. Kura-kura akhirnya sampai dan berhasil melewati Kancil yang sedang tertidur. Horeee.... Kura-kura menang melawan Kancil.
Maksud dari cerita itu adalah mereka yang lambat, apabila konsisten, akan dapat memenangkan pertandingan.

Selesai? Ternyata ceritanya bersambung.
Kancil sangat kecewa dengan kekalahannya lalu melakukan analisis penyebabnya. Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati hati dan terlena. Kalau saja dia bisa lebih waspada maka tidaklah mungkin Kura Kura bisa mengalahkannya.

Lalu ditantangnya lagi Kura Kura tersebut untuk melakukan lomba ulang yang disetujui oleh Kura Kura. Dan kali ini, Kancil menang mutlak karena dia berlari tanpa henti

Maksud dari pertandingan kedua ini adalah, Cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten. Ya, Konsistensi.

Kalau ada dua orang diperusahaan, yang satu lambat, pakai metoda dan handal sedangkan yang satu lagi cekatan dan handal, maka yang cepat dan handal akan maju lebih cepat. Begitu kira-kira perumpaannya.
Lambat asal Konsisten itu bagus akan tetapi lebih bagus lagi kalau Cepat dan Konsisten.

Tetapi ceritanya tidak hanya sampai di situ. Kali ini Kura Kura mulai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan Kancil dengan cara seperti sebelum.

Setelah berpikir keras, kali ini Kura Kura menantang Kancil untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda. Kancil setuju dan mereka mulai berpacu. Kancil berlari dengan cepat tanpa berhenti sampai akhirnya terpaksa berhenti ditepi sungai, karena harus menyeberang.
Ternyata garis finish-nya terletak beberapa ratus meter di seberang sungai.

Sang Kancil bingung tidak tahu harus berbuat apa dan tak lama kemudian muncul Kura Kura menyusul dan dengan santainya menyeberang sampai ke garis finish dan memenangkan pertandingan.

Apa intinya? Temukan kekuatan utama Anda kemudian carilah tempat bertanding yang sesuai dengan kekuatan itu. Ya, Kompetensi.

Kalau Kekuatan Anda adalah menganalisis, carilah peran yang membutuhkan kemampuan analisis. Kalau Kekuatan Anda adalah mengorganisir, carilah peran untuk mengorganisir sesuatu kegiatan penting agar perusahaan tahu bahwa anda mungkin pantas menjadi Manager. Dan seterusnya.

Apakah ceritanya selesai sampai di sini? Tidak! Masih berlanjut. Tunggu saja kelanjutannya di blog kesayangan Anda ini :) Jika tidak sabar, Googling saja, karena cerita motivasi ini sudah banyak tersebar di dunia maya.

Read More..

Belajar dari semangka bujursangkar

Tulisan kali ini agak panjang, tapi percayalah, jika Anda membacanya sampai habis, waktu Anda tidak akan terbuang percuma. Silahkan jewer kuping saya jika tulisan ini tidak membuat hidup Anda lebih bersemangat.

Anda tentu tahu buah semangka. Dan saya yakin buah semangka yang sangat familiar dengan Anda tentu semangka yang berbentuk bulat.

Nah. Semangka berbentuk bulat ini pula yang menimbulkan masalah di toko-toko di Jepang. Buah semangka yang bulat itu akan membuat ruang kosong ketika disusun walau sudah serapat mungkin. Buat toko-toko di Jepang yang tidak terlalu luas, hal ini jadi masalah (jangan membayangkan toko-toko di Indonesia yang yang tidak mempermasalahkan space). Mereka mengeluhkan ini. Mereka berpikir, seandainya bentuk semangka bujursangkar, tentu tidak akan ada space yang terbuang dan penggunaan tempat jadi maksimal.

Untuk kebanyakan orang, harapan pemilik toko itu tentu akan diabaikan karena dianggap mengada-ada. Tetapi tidak demikian dengan beberapa petani Jepang. Mereka melakukan suatu pendekatan yang berbeda. Jika toko menginginkan semangka bujursangkar, bagaimana caranya kita agar bisa menyediakannya, begitu kira-kira pemikiran mereka.

Pemikiran terhadap solusi bagaimana membuat semangka bujursangkar hampir sama mudahnya dengan dengan pemikiran bahwa membuat semangka bujursangkar itu mustahil. Ternyata, dengan memasukkan buah semangka yang masih kecil ke dalam sebuah kotak bujursangkar dan membiarkannya tumbuh membesar mengikuti bentuk kotak, kita sudah mendapatkan semangka berbentuk bujursangkar. Semudah itu.

Para pemilik toko senang karena menghemat tempat. Pembeli juga suka karena bisa menghemat tempat di kulkas dan harga lebih murah karena biaya pengiriman lebih murah karena bisa mengirim lebih banyak sekaligus. Yang pasti pemikiran untuk merubah bentuk buah-buah yang lain juga menjadi berkembang.
Apa pelajaran berharganya?

  1. Jangan Berasumsi. Masalah utamanya adalah banyak orang berpikir bahwa semangka itu selalu bulat, sehingga kita secara otomatis menghakimi bahwa semangka berbentuk bujursangkar adalah mustahil. Asumsi seperti ini biasanya sudah muncul lebih dahulu jauh sebelum kita memahami permasalahannya. Kita sudah termakan asumsi bahwa semangka selalu bulat, sebelum kita mencoba dengan cara lain. Mematahkan pola berpikir dengan asumsi akan bisa membuat kita berpikir dan bertindak lebih baik dalm menyelesaikan suatu permasalahan. Dan ini adalah hal yang tersulit, karena biasanya asumsi itu terlihat logis dan sempurna.
  2. Mempertanyakan Kebiasaan. Cara paling mudah mematahkan asumsi adalah mempertnyakan kebiasaan yang ada. Banyak dari kita membuat kebiasan dengan cara mengikuti kebiasaan yang ada sebelumnya. Untuk hal-hal yang baik memang semestinya tidak masalah. Tetapi kita pun harus berpikir bagaimana dulu kebiasaan itu dibentuk. Kadang-kadang kebiasaan itu belum tentu bisa mengikuti perkembangan waktu dan teknologi. Bukankah lebih jika kita selalu mempertanyakan kebiasaan kita sekarang apakah masih update atau adakah cara lain?
  3. Kreatif-lah. Ketika berhadapan dengan suatu masalah, kreatif-lah dalam mencari suatu solusi. Ini sering membuat kita harus berpikir keluar dari kotak. Ketika orang bicara semangka berbentuk kotak, biasanya pasti dikait-kaitkan dengan faktor ilmu pertanian, rekayasa genetika dan lain-lain. Ternyata, dengan sedikit pemikiran kreatif yang sederhana, semua hal yang terlihat rumit tadi bisa mendapatkan solusi. Kreatif adalah seni belajar untuk meningkatkan kemampuan diri.
  4. Tanyakan cara yang lebih baik. Semangka bujursangkar tadi adalah solusi atas sebuah keinginan yang lebih baik. Para pemilik toko ingin space toko mereka dapat lebih efisien. Mereka mengemukakannya dalam bentuk pertanyaan: mungkinkah kami mendapatkan semangka berbentu bujarsangkar? Mustahil menemukan cara yang lebih baik jika kita tidak membuat pertanyaan-pertanyaan. Jika kita sudah melakukan suatu perbaikan, tanya dalam hati: Adakah cara yang lebih baik dari ini?
Belajarlah dari semangka bujursangkar di atas jika ingin melakukan improvement, baik dalam pekerjaan, keuangan, blogging, monetisasi blog, Menulis, kehidupan berkeluarga dan banyak hal. Melakukannya dengan konsisten akan meningkatkan kemampuan dan nilai hidup Anda.

Selamat Sore, Bahoomian!! Senang rasanya bisa berbagi dan memberikan salam hangat dari sibaho untuk Anda.

*Huupphhh...akhirnya selesai juga*

Read More..
18 October 2009 | 22 comments | Sibaho Way

2 Kementerian baru yang mestinya dibentuk oleh SBY Boediono

Hal positif dari telapak kaki yang keseleo adalah bisa seharian rehat di depan tivi sambil mengikuti perkembangan audisi para calon menteri. Warna-warni kombinasi muka lama baru, profesional politisi sungguh memperlihatkan usaha SBY Boediono menciptakan pemerintahan yang kondusif. Cukup beralasan mengingat ini periode terakhir bagi SBY memimpin negeri ini.

Namun ada 2 kementerian baru yang mestinya dibentuk oleh SBY Boediono. Pertama, Kementerian Pengangguran. Tidak usah sinis, ini serius! Kementerian Pengangguran perlu dibentuk. Gunanya ya untuk mengurusi pengangguran di negeri ini yang semakin tahun semakin membludak. Menteri Tenaga Kerja? Dari namanya saja sudah jelas kok cuma mengurusi tenaga kerja. Pengangguran tidak masuk dalam wacana mereka. Ini fakta!

Lalu seberapa urgensinya Kementerian Pengangguran? Top Urgent! Setiap tahun negeri ini mencetak ribuan bahkan ratusan ribu ijazah bagi pengangguran berpendidikan. Belum yang menganggur karena ketidakmampuan mengecap pendidikan. Apa ini tidak menjadi indikator tingkat urgensi pembentukan Kementerian Pengangguran. Satu lagi, untuk menjadi Menteri Pengangguran harus punya pengalaman menganggur minimal 5 tahun, biar memiliki 'sense of pengangguran'. Berminat?

Kedua, Kementerian Improvement. Ini sangat penting juga. Tentu Anda juga bosan dengan kinerja pemerintahan katakan mulai dari tingkat Kelurahan hingga ke atas-atas, yang sangat-sangat tidak bisa memuaskan pelanggan (baca:rakyat). Anda juga tentu sangat jengah melihat kantor-kantor pemerintahan yang dipenuhi oleh pegawai-pegawai yang seharian kerjanya tidak jelas (syukur tidak berkeliaran di Mal). Dan Anda juga pasti sudah muak mendengar laporan para pengusaha yang mengeluhkan dahsyatnya premanisme berdasi di negeri ini.

Ya. Tugas Kementerian Improvement adalah mengembangkan suatu sistem yang lebih baik secara berkesinambungan, bagi semua departemen terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Kementerian ini juga harus menghitung kebutuhan pegawai yang sebenarnya, sehingga mampu produktif melayani publik dengan baik. Tugas lainnya, menjadi 'polisi' yang mengawasi pelaksanaan sistem yang telah diperbaiki itu, agar tidak menyimpang karena kepentingan pribadi atau golongan. Dan masih banyak lagi tugasnya yang lain. Intinya: Improvement! Kalau yang ini, saya pun berminat jadi menterinya :)

Dua Kementerian ini harus langsung di bawah Presiden dan mereka bertanggungjawab langsung kepada Presiden, agar tidak bisa di-intervensi oleh yang lain. Mengapa? Satu, karena pengangguran adalah penyebab langsung dari semua permasalahan di negeri ini. Bahkan masalah terorisme sekalipun! Dua, agar Presiden tidak hanya membaca laporan ABS (Asal Bapak Sumringah) dari para menteri-menteri lainnya.

Selamat Malam, Bahoomian!! Semoga siapapun Menteri pilihan SBY Boediono, dapat menjadi Menteri yang amanah. Salam hangat Sibaho untuk Anda sekeluarga.

Read More..
24 September 2009 | 12 comments | Sibaho Way

Improvement apa sih ?

Seorang teman bertanya waktu chatting via facebook: kamu selalu bicara improvement, apa sih sebenarnya? Seberapa penting? Kok di perusahaan Aku kerja gak ada.... Aku googling nyangkutnya kemana-mana....

Susah juga menjelaskannya lewat chatting. Oke, sesuai janji saya, lewat blog ini saya kasih sedikit 'pemanasan'. Semoga buat Bahoomian yang lain juga dapat bermanfaat.

Berapa kali menggosok gigi dalam sehari? 2 kali: pagi dan malam sebelum tidur. Pertanyaan saya: Ketika mandi pagi, Anda menggosok gigi sebelum atau sesudah mandi? Oke. Simpan dulu jawaban dalam hati.
Sebentar kita mundur dulu beberapa langkah untuk sekedar mengingat apa tujuan awal menggosok gigi. Yes! Membersihkan sisa makanan yang menempel di gigi!
Kita kembali lagi ke jawaban Anda tadi. Apapun jawabannya, kok sepertinya tidak ada korelasinya ya dengan tujuan awal. Wong, malamnya sudah disikat bersih, kok paginya digosok lagi saat mandi. Sehabis sarapan malah tidak digosok. Nah lho....

Oke. Insight-nya, kita perlu menganalisa cara kita bekerja, belajar, blogging, mengajari anak, memasak, mencuci dan lain-lain selama ini. Jangan terpaku pada kebiasaan. Seperti kebiasaan menggosok gigi tadi. Cek sekali lagi, apakah apa yang saya lakukan sudah sesuai dengan tujuan awal? Karena sekedar niat saja ternyata tidak cukup !!

Saya kira cukup dulu, Bahoomian. Semoga di tulisan yang akan datang bisa lebih gamblang membahas soal improvement.
Selamat Sore, Salam hangat Sibaho untuk Anda sekeluarga.

Read More..
21 September 2009 | 19 comments | Sibaho Way

Taubat Sambel Pedas

Ramadhan itu seperti Improvement cycle di perusahaan. Dan Idul Fitri itu adalah konvensinya. Yuk, sedikit membandingkan Ramadhan dengan Improvement cycle.

1. Improvement Cycle=Ramadhan
Di perusahaan, Improvement cycle itu digulirkan sebagai sarana para karyawan untuk penyelesaian masalah, belajar/menambah pengetahuan, membina teamwork dan lain-lain. Ada yang dengan sendiri (SS, PPS) ada juga dengan tim (QCC, QCP, Jishuken, dll). Masalah yang ada pada area kerja masing-masing berusaha diselesaikan sendiri secara mandiri. Yang pasti, tujuannya satu: perbaikan!
Dalam bulan Ramadhan juga setiap pribadi melakukan perbaikan, baik secara individu maupun berkelompok. Yang tadinya jarang sholat jadi lebih rajin. Yang tadinya hanya sholat lima waktu, ditambah dengan sholat sunnah. Yang tadinya sholat sendiri, sekarang berjamaah. jadi Lebih sering membaca Al qur'an, lebih banyak bersedekah dan berinfaq, lebih menjaga lisan dan perilaku.

2. Analisa masalah=Tafakur
Dalam berimprovement di perusahaan, semua hal yang menyebabkan masalah dianalisa secara detil (metode 4M1E) hingga ditemukan akar masalahnya lalu dicarikan solusinya. Dengan begitu masalah yang sama tidak akan terulang kembali.
Selama Ramadhan pun, banyak yang berusaha mencarikan solusi atas permasalahannya selama ini, terutama yang berhubungan dengan sang pencipta tentunya. Melakukan tafakur berintrospeksi diri menyadari kesalahan-kesalahan yang selama ini dilakukan. Lalu mencarikan solusinya. Bedanya, dalam melakukan analisa ini, lebih kepada faktor internal daripada faktor eksternal.

3. Standarisasi=Taubat
Hasil improvement biasanya setelah dilakukan evaluasi akan distandarisasi dengan pendokumentasian, sosialisasi dan distribusi ke departemen terkait. Hal ini dilakukan agar hasil improvement ke depan dapat dilaksanakan oleh semua pihak. Standarisasi ini juga berguna untuk menjadi dasar untuk melakukan perbaikan pada improvement cycle berikutnya.
Hasil dari tafakur selama Ramadhan biasanya dimanisfestasikan dalam bentuk taubat dan menjadikan apa-apa yang telah dilakukan selama Ramadhan akan menjadi standar dalam menjalani kehidupan ke depan. Bedanya, taubat ini jarang didokumentasikan dan disosialisakan kepada keluarga atau orang lain.

4. Konvensi Improvement=Idul Fitri
Tibalah saatnya selebrasi bagi para pemenang lewat konvensi. Tim-tim dan improvement terbaik merayakan hasil improvement-nya. Sebagi bentuk penghargaan, mereka juga mendapatkan banyak hadiah dari perusahaan. Ilmu setiap anggota tim juga meningkat.
Puncak Ramadhan tentunya adalah perayaan Idul Fitri. Tua muda, kaya miskin, atasan bawahan, pejabat rakyat jelata semua bergembira. Bedanya dengan Improvement di perusahaan adalah: di perusahaan ada tim juri yang menentukan siapa tim yang layak maju ke konvensi untuk merayakan kemenangan. Sedangkan di Ramadhan, yang menjadi juri adalah diri sendiri, apakah layak merayakan Idul Fitri atau tidak.

Apakah selesai? Belum. Dalam Improvement cycle, tugas terberat justru menjaga konsistensi pelaksanaan hasil improvement itu. Standarisasi dan sosialisasi tidak menjadi jaminan bahwa hasil improvement dapat terjaga di hari-hari ke depan. Perlu awareness dari semua pihak terkait untuk melaksanakan dengan baik. Perlu dilakukan evaluasi secara berkala untuk mengecek kembali apakah masih sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Agar ketika Improvement cycle yang akan datang, kita tidak memperbaiki problem yang sama lagi.

Bagaimana dengan Taubat? Hampir sama dengan di atas. Diperlukan integritas yang tinggi untuk dapat melaksanakan apa-apa yang telah distandarkan selama Ramadhan, agar taubat itu menjadi sebenar-benarnya taubat (taubat nasuha) dan bukan sekedar taubat sambel pedas (sudah tahu pedas tapi masih diulang-ulang untuk memakannya). Perlu kesadaran tinggi agar standar Ramadhan tetap bisa dipertahankan. Agar ketika Ramadhan yang akan datang kita tidak melakukan taubat yang sama lagi, tapi lebih kepada meningkatkan standar dari Ramadhan sebelumnya.

Selamat Malam, Bahoomian!! Semoga Tuhan mengijinkan kita bertemu lagi dengan Ramadhan yang akan datang. Salam hangat Sibaho buat Anda sekeluarga.

Read More..
07 August 2009 | 15 comments | Sibaho Way

Kaizen

Besok Tanggal 8 Agustus 2009 akan dilaksanakan Konvensi Improvement ke-XIV untuk tingkat grup. Ini adalah salah satu event dari sederetan aktivitas Improvement di setiap affco.
Bicara Improvement tentu akan mengingatkan kita akan Kaizen. Apakah Kaizen itu? Lupakan defenisi. Intinya, melakukan perubahan ke arah yang lebih baik secara terus menerus (berkesinambungan). Tools-nya banyak untuk melakukan Improvement. Ada QCC (Quality Control Circle), SS (Suggestion System), Six Sigma, PPS (Practical Problem Solving), PICA (Problem Identification and Corrective Action) dan lain-lain.
Terus, buat apa itu semua dilakukan? Hehehehehe.....

Terkait dengan Kaizen pula, mulai Senin besok 10 Agustus 2009, saya ditugaskan belajar di perusahaan lain yang jauh lebih baik hingga 19 Nopember 2009. Sesuatu yang menyenangkan bisa mendapatkan ilmu baru dan teman baru pula, walau sudah terbayang lelah yang akan dirasakan. Senin-Jum'at belajar sambil bekerja di perusahaan lain. Sabtu kordinasi dengan tim di tempat kerja sendiri. Minggu sudah pasti akan mengerjakan tugas-tugas. Hmmmm..... semakin panjang saja cuti ngeblog.

Selamat Sore, Bahoomian ! Salam hangat Sibaho untuk Anda sekeluarga. Semoga bisa menghangatkan blog yang sudah lama dingin ini.

Read More..
17 June 2009 | 43 comments | Sibaho Way

Akhirnya bisa kembali ngeblog

Yes ! Akhirnya bisa kembali ngeblog. Sebulan persis tidak bersentuhan dengan blog, membuat ada ruang yang selalu kosong dalam keseharian. Apa yang menjadi 'bisul' saya sebulan ini sudah pecah dan tinggal dalam masa 'penyembuhan'.

Tanggal 12 Juni kemarin, hajatan tahunan di perusahaan kami, Konvensi Improvement, terlaksana sudah. Banyak pemenang, banyak hadiah dan masih banyak tugas ke depan, karena harus mempersiapkan para pemenang untuk mengikuti konvensi di tingkat coorporate bersama 13 affco lainnya. Walau acaranya sendiri cuma 3 jam, namun kegiatan pra konvensi sungguh melelahkan. Walau begitu, akhirnya sukses juga. Alhamdulillah!

Tanggal 12 Juni itu juga saya sekeluarga harus segera berangkat ke Kebumen, karena tanggal 14 Juni, kakak ipar (mbak-nya istri) melangsungkan pernikahan di kota itu. Dan kebiasaan di sana, H-3 hingga H+1 itu sungguh hari-hari yang merepotkan. Saking sibuknya, tiba-tiba saja saya sudah harus kembali ke Cikarang. Harus kembali bekerja seperti biasanya, karena cuti 2 hari sudah habis masa.
Dan hanya saya yang pulang sendiri, karena cuti istri masih panjang, sementara anak-anak sedang liburan panjang.

Terima kasih buat bahoomian yang masih setia berkunjung ke blog ini, walau saya tidak update hingga demikian lama. Itu sungguh menghibur saya. Yang membuat saya terhibur juga, ternyata blog ini sudah naik kelas jadi ber-PR3. Cuma Alexa yang melorot lagi ke angka 200ribuan, padahal terakhir sudah diangka 180ribuan. Ya sudahlah. Nanti juga pasti membaik lagi jika sudah rutin posting.

Oke Bahoomian ! Selamat Sore dan selamat menjalankan aktivitas, salam hangat sibaho kembali hadir untuk Anda sekeluarga.

Read More..
22 April 2009 | 36 comments | Sibaho Way

Perubahan harus terjadi

Perubahan. Perubahan harus terjadi. Sekecil apapun. Dan blog ini pun harus melakukan perubahan. Apa yang berubah? Tidak terlalu mendasar sebenarnya. Tapi saya anggap hal itu penting, karena akan menentukan langkah blog ini ke depan (kok serius-nya jadi berat begini yak? pegang jidat, gak panas kok).

Pertama, ijinkan saya merubah judul blog ini dari |sibaho| yang tak pernah padam menjadi sibaho way : cara pandang blog dalam kehidupan. Terinspirasi dari komentar-komentar pada postingan Implementasi Toyota Production System di Blog kemarin. Terus maksudnya? Maksudnya tidak apa-apa kok, hanya I do it my way saja :D

Tagline pun ikut berubah tentunya. Dari Improvement and Motivation Through Blog and Writing (iki maksute opo sih) menjadi Blog dalam kehidupan sehari-hari. Lho, kok makin katrok tagline-nya? Biarin lah. Nanti kalau gak sreg, yang tinggal rubah lagi. Beres kan? Paling tidak tagline sedikit agak nyambung dengan konten.

Bahoomian? Ya. Mulai sekarang, Anda para pelanggan tulisan dari blog ini saya sebut dengan bahoomian. Boleh dong sedikit narsis sok jadi artis :D Blog bahoomian yang sudah saya buat, sementara masih diisi dengan artikel PLR tentang gaya hidup sehat. Ya, hitung-hitung menurunkan alexa dan syukur-syukur dapat hadiah pagerank. Kelak akan dikelola dan yang pasti ada hubungannya dengan Anda, bahoomian.

Mau jadi bahoomian? Gampang! Tinggal klik tombol Ikuti pada widget Google Friend Connect di samping. Atau bisa juga dengan memasukkan email di form di bawah posting ini. Via social bookmarking juga oke. Ada Twitter, Technorati, BlogCatalog dan lain-lain. Mau lewat sindikasi (RSS Feed) juga bisa. Silahkan, tinggal pilih.

Konten. Konten sebenarnya tidak berubah. Hanya akan lebih fokus pada cara memandang kehidupan dengan pola pikir blog. Kok repot-repot amat sih? Kehidupan ya kehidupan, blog ya blog. Benar. Yang tidak dapat dipungkiri, ternyata blog sudah menjadi bagian dari hidup buat banyak orang. Ayo, ngaku gak?
Soal konten ini, sebenarnya masih tetap dengan misi improvement, perbaikan, motivasi dan diselingi dengan tulisan ringan. Cuma dengan cara yang berbeda (paling tidak menurut saya :D). Soal nanti berubah lagi, itu cerita lain. Namanya juga usaha :))

Apalagi? Theme. Ya, saya masih kesulitan mencari template yang benar-benar friendly dengan semua browser termasuk opera mini. Selain saya masih cinta mati dengan thema yang satu ini tentunya. Tapi tentative lah. Jika bahoomian ada usulan theme yang kira-kira cocok dengan karakter blog ini (halah, sok berkarakter!), saya dengan senang hati akan mempertimbangkan. Sebisa mungkin sudah tersedia read more, form komentar di bawah post, 3 kolom. Sumpah, saya paling malas otak-atik html karena fakir ilmu.

Oke. Segini dulu. Semoga apapun perubahan yang dilakukan dapat membawa perbaikan. Sudahkah Anda berubah hari ini?

Selamat Pagi, Bahoomian! Salam hangat sibaho menemani Anda sekeluarga menjalani hidup hari ini.

Read More..
20 April 2009 | 34 comments | Sibaho Way

Implementasi Toyota Production System di Blog

Jika pernah membaca buku Toyota Way, di salah satu bab dijabarkan tentang Lean Production atau biasa juga disebut Lean Manufacturing. Di kalangan perusahaan manufaktur, biasa dikenal dengan Toyota Production System (TPS). Sekedar info saja, Toyota Production System telah memicu transformasi global industri dunia. Pertanyaannya, bagaimana implementasi Toyota Production System di Blog?

Inti dari Toyota Production System (TPS) adalah menghilangkan pemborosan (dalam bahasa Jepang disebut 'muda') di segala bidang. Sehingga ada istilah 8 setan muda dan biasa disingkat : DOWNTIME (Defect, Over production, Waiting, Not Utilize, Transportation, Inventory, Motion, Extra Process). Apakah itu? Mari kita lihat satu persatu.

Defect. Menurunkan produk cacat adalah salah satu target dari Toyota Production System (TPS). Produk cacat akan menurunkan kredibilitas perusahaan di mata pelanggan. Membuat produk cacat masih di internal perusahaan akan menimbulkan biaya tinggi
Di blog cacat apa yang harus dihindari? Bisa jadi broken link, theme yang error, script widget yang tidak lengkap. Salah ketik atau konten tulisan yang salah juga masuk dalam kategori ini lho. Bisa mengecewakan pengunjung :D
Over production. Produksi melebihi permintaan pelanggan juga merupakan bentuk pemborosan. Menimbulkan bermacam-macam biaya. Biaya persediaan, biaya proses, investasi, dll.
Posting berkali-kali dalam sehari melebihi kebutuhan juga akan menimbulkan biaya. Paling tidak biaya koneksi, listrik, tenaga dan pikiran. Pengecualian untuk mbak cerpenis :D
Waiting. Menunggu akibat antar proses yang tidak seimbang juga pemborosan. Ada waktu yang terbuang. Itu berarti biaya. Solusinya, seimbangkan beban setiap proses dengan menghilangkan bottle neck.
Dalam ngeblog, menunggu mungkin saja terjadi karena loading yang berat. Loading berat salah satunya mungkin karena beban pada salah satu widget atau ads yang bejibun. Menunggu bisa juga menantikan hadiah dari mbah Google :D
Not Utilize. Ini merupakan pemborosan karena penggunaan potensi yang tidak maksimal: kreativitas SDM, mesin tidak terpakai, dll.
Nah, membiarkan pengetahuan dan potensi Anda hanya tersimpan di otak dan tidak dicurahkan dalam bentuk tulisan juga merupakan pemborosan. Siapa tahu malah potensi itu kunci kesuksesan Anda dalam ngeblog.
Transportation. Transfer antar proses juga pemborosan. Dengan layout yang teratur dapat meminimalisir pemborosan ini.
Dalam ngeblog apa ya? Mungkin jika Anda sering bolak-balik ke warnet naik angkot atau ojek, bisa jadi akan menimbulkan pemborosan transportation juga :D
Inventory. Persediaan (bahan baku, barang jadi, barang dalam proses) yang berlebih akan menimbulkan biaya penyimpanan tinggi dan potensi menimbulkan defect. Ini masalah.
Periksalah inventory blog Anda. Widget, Link, Image, Draft tulisan, Ads, Reading list. Ingat, terlalu banyak item yang tidak dibutuhkan bisa membuat loading lebih berat.
Motion. Terlalu banyak gerakan akan membuat orang cepat kelelahan. Ini pemborosan juga. Perlu dibuat gerakan yang mengadopsi ergonomi sehingga bisa lebih nyaman.
Blog juga perlu dibuat senyaman mungkin, sehingga orang tidak perlu membuat gerakan-gerakan yang tidak perlu ketika mengakses atau membaca tulisan kita. Jadi buatlah huruf dengan tegak lurus. Pasang gambar dengan benar, jangan terbalik. Bagaimana dengan read more?
Extra Process. Adanya proses-proses tambahan yang tidak memberikan nilai tambah pada produk akan menimbulkan biaya. Ini pemborosan namanya.
Dalam ngeblog sepertinya ada. Captcha! Walau bisa menghindarkan dari spammer, tetap saja membuat pekerjaan tambahan buat komentator. Iya gak?
Ya. Bagi seorang karyawan pabrik seperti saya, sistem produksi pun sepertinya bisa diimplementasikan dengan aktivitas blog. Bagaimana dengan Anda? Silahkan sharing!

Selamat Malam, Blogger! Salam hangat sibaho buat Anda dan Kartini-Kartini Anda di rumah.

Read More..
07 April 2009 | 33 comments | Sibaho Way

Mulai dari Pola Pikir

Menjadi kaya itu bukan seberapa besar penghasilan Anda, tetapi seberapa besar uang yang bisa Anda simpan. Begitu kira-kira pesan para pakar perencana keuangan. Lalu muncullah teori Ember dan Gayung. Seseorang jika hanya memiliki pola pikir 'gayung', walau diceburkan ke laut sekalipun, paling dia kembali hanya dengan segayung air. Sedang orang yang berpola pikir 'ember', jangankan diceburkan ke laut, disuruh menampung tetes demi tetes air hujan pun, akan mendapatkan seember air. Dapat?

Oke. Hampir sama dengan menuntut ilmu. Jika dari awal belajar kita sudah menyiapkan pola pikir gayung tadi, maka akan banyak ilmu yang luber ke luar gayung. Sehingga, ilmu yang kita dapatkan hanya segayung. Berbeda jika kita mempersiapkan pola pikir ember atau bahkan tanki. Maka akan banyak ilmu yang terserap. Malah akan selalu akan mencari mencari hingga tanki dirasa penuh.

Setali tiga uang dengan ngeblog. Dengan pola pikir ember, kita akan selalu belajar dan belajar untuk selalu memperbaiki kualitas blog. Ya konten, tampilan, pagerank hingga job :P Tidak perlu malu bertanya kepada ahlinya. Jika yang ditanya pelit ilmu dan pelit senyum, pepet terus. Jika perlu sampai mengemis, lakukan. Bukankah untuk yang terbaik, kita harus mengeluarkan segala kemampuan dan usaha?

Apa inti dari ketiga hal di atas tadi. Ternyata, untuk lebih baik itu diawali dengan pola pikir. Dijalankan juga dengan pola pikir. Tirulah pola pikir yang baik. Jangan hanya meniru 'gaya hidup' yang terlihat secara kasat mata. Katanya, seorang tukang becak yang berpola pikir gayung, dikasih uang 100juta pun akan ludes tanpa hasil yang jelas. Seorang pegawai yang berpola pikir gayung, disuruh mengikuti seribu training dan seminar juga, tidak akan mendapat apa-apa. Seorang blogger yang berpola pikir gayung, disuruh ngeblog 25jam sehari 8hari seminggu dan 13bulan setahun, tidak akan menghasilkan apa-apa. Selain mati kaku tentunya :D

Ayo, jangan kecil hati. Tetap belajar yang giat untuk meningkatkan kualitas blog Anda. Siapkan pola pikir ember dulu tentunya :)

Selamat Pagi, Blogger! Salam hangat sibaho menyertai Anda menjalani aktivitas.

Read More..
28 March 2009 | 23 comments | Sibaho Way

Cantiknya Tata Nano

Sudah mendengar tentang Tata Nano? Bukan, bukan Tata Dado. Saya sedang tidak main plesetan. Tata Motor milik Ratan Tata adalah produsen otomotif India yang biasa membuat memproduksi truk dan kendaraan komersial lainnya. Dan Tata Nano adalah salah satu produksi terbarunya. Apa uniknya Tata Nano? Harganya yang super murah!! Di India dilempar ke pasar dengan harga 100ribu Rupee atau sekitar 24juta Rupiah atau setara dengan harga 2 unit motor bebek. Weeekss...! Itu mobil atau gerobak?
Coba saja lihat gambar di bawah ini jika penasaran.

Mobil Tata NanoMobil Tata NanoMobil Tata Nano
Dashboard Tata NanoDashboard Tata NanoDashboard Tata Nano

Keren gak? Warnanya bermacam ragam. Jika saya disuruh memilih, pasti warna hitam (gak usah melihat ke gambar atas, gak ada). Kenapa? Ya biar bisa gabung sama Black Car Community. Gak lucu kan mobil kuning gabung sama komunitas mobil hitam (ya jelas gak lucu, kan sedang gak ngelawak). Yang jelas, salut buat para engineer India yang mampu mewujudkan mobil termurah sedunia ini.

Panjang Tata Nano 3,1meter, mesin 2 silinder, 624 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 33PS. Kapasitas 4-5 penumpang dengan kecepatan maksimum 105km per jam dimana konsumsi bahan bakar 20 km/liter. Dan di Indonesia mobil ini akan makin keren. Indonesia kan gudangnya para tukang modifikasi. Lihat saja motor hasil modifikasi Djarum Black Motodify.

Mobil mini ini sudah launching Senin kemarin (23/03/09) dan langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat luas, terutama karena harganya itu. Tapi masih di negara asalnya sana.

Kapan Tata Nano sampai ke Indonesia? Eh, salah....kapan Indonesia bisa membuat mobil semurah Tata Nano?

Selamat Sore, Blogger! Salam hangat dari sibaho buat Anda sekeluarga dan selamat berlibur

Read More..
23 March 2009 | 23 comments | Sibaho Way

Masalah adalah anugerah

Masalah merupakan tambang emas. Sebagian lagi mengatakan, masalah adalah anugerah. Kok bisa? Bukankah banyak orang yang berusaha mati-matian menghindari masalah? Bahkan tidak sedikit petinggi negeri ini yang membayar para profesional untuk melepaskannya dari masalah. Bukankah nenek moyang kita selalu memberi wejangan: jangan cari masalah!

Oke, mari kita selidiki apa itu masalah. Masalah, sederhananya adalah penyimpangan, ketidaksesuaian, kejadian abnormal. Ketika terjadi masalah, semestinya kita tidak menghindar. Hadapi saja. Tidak punya persiapan? Pokoknya hadapi saja! Dengan menghadapi masalah kita memutar otak untuk mencari jalan keluar. Keluarkan segala kemampuan, lakukan segala tindakan. Lakukan analisa jika diperlukan. Jika tidak bisa, ya lakukan saja apa yang bisa dilakukan. Masalah berikut yang timbul akibat dari salah langkah, malah biasanya menimbulkan inspirasi jalan keluar yang sebenarnya.

Bayangkan jika tidak ada masalah. Kita akan hidup apa adanya. Tidak ada perbaikan. Ya memang, sense orang terhadap masalah bervariasi. Ada yang menganggap tidak mapan pada usia 35 tahun itu masalah. Ada yang menilai, belum menikah pada usia 27 tahun itu sudah memasuki injury time. Ada yang menilai, tiga bulan ngeblog dan belum dapat pagerank adalah masalah. Padahal buat saya hal tersebut, ya... masalah juga sih :D

Lihat saja salah satu peserta Blackinnovationawards pada tahun 2008. Dia melihat closet duduk di kantornya sering ada bekas telapak sepatu, yang mengindikasikan ada yang jongkok ketika membuang hajat. Kondisi itu tentu tidak normal. Mungkin bagi sebagian orang kejadian tesebut biasa saja. Tapi, buat dia itu masalah. Harus dicari pemecahannya, hingga idenya untuk membuat closet dwifungsi, bisa untuk duduk dan jongkok sekaligus. Buah karyanya tersebut akhirnya menjadi pemenang pada kontes yang diadakan oleh Djarum Black tersebut.

Jadi, masalah sebenarnya adalah peluang untuk kita melakukan perbaikan. Bagaimana kita mengeluarkan bongkahan solusi dari sebuah gunung masalah. Jika berhasil, maka itulah yang disebut emas.

Bagaimana jika sudah tidak ada masalah? Ya kita harus membuat masalah baru. Jadikan ke-normal-an yang ada menjadi tidak normal. Berarti harus ada perbaikan dari kondisi sekarang. Umur 35 dengan istri cantik dan 2 anak yang imut, rumah yang layak berhalaman luas, karir bagus dengan banyak fasilitas, kurang apalagi? Tidak ada masalah toh? Ooooo, itu masalahnya. Banyak orang umur segitu sudah memiliki usaha yang mapan, yang bisa menyekolahkan anak yatim dan rutin memberikan santunan kepada panti asuhan. Apa itu tidak masalah. Halah, kalau gitu sih gak ada habisnya. Bukankah kita juga harus melihat ke bawah dan jangan selalu melihat ke atas? Sayangnya, kalau ingin melakukan perbaikan memang harus mengacu kepada yang lebih baik.

Selamat Malam, Blogger! Saya besok cuti kerja, tapi salam hangat dari sibaho akan selalu menyertai Anda sekeluarga.

Read More..
16 March 2009 | 34 comments | Sibaho Way

Membudayakan Improvement

Bicara Improvement (semoga Anda tidak bosen mendengarnya dari saya) tentu tidak lepas dari budaya. Salah satu contoh, Jepang. Di sana budaya Improvement itu sudah ditanamkan sejak pendidikan dasar. Bagaimana dengan masyarakat Indonesia? Sebenarnya sudah ada walau belum seberapa. Pernah melihat kotak saran? Itu adalah salah satu tools Improvement. Sayang, penggunaannya kadang baru sebatas formalitas.

Bagaimana menjadikan Improvement menjadi budaya/bagian dari kehidupan sehari-hari?

Bicara tentang budaya, tidak terlahir begitu saja. Ada proses di sana. Jika ditarik mundur, budaya lahir dari kebiasaan. Sedangkan kebiasaan ada karena terbiasa. Orang menjadi terbiasa karena terpaksa (pernah dengar istilah paksa rela?). Agar orang menjadi terpaksa, ya harus dipaksa. Lihat, langkah awal dari budaya adalah pemaksaan. Coba buat daftar 'budaya baik' dan 'budaya buruk' di masyarakat kita yang dimulai dengan pemaksaan! Banyak kan?

Kalau mau sedikit melakukan benchmarking dengan negara tetangga dalam hal Improvement, kita memang tertinggal jauh. Jangankan dimulai dari pendidikan dasar, di tingkat perguruan tinggi pun baru Djarum Black yang melakukannya secara konsisten. Patut diberikan apresiasi terhadap keberanian mereka melakukan penetrasi langsung ke ranah intelektual lewat Blackinnovationawards goes to campus.

Dimana kita bisa melakukan Improvement? Dimana saja, di semua sisi kehidupan. Pekerjaan, keuangan rumah tangga, cara mendidik anak, pengelolaan lingkungan sekitar (RT), karir, bisnis, blogging, monetize blog, menulis, dan banyak lagi jika mau disebutkan satu per satu.

Satu lagi. Perlu dilakukan selebrasi terhadap hasil-hasil Improvement. Selain berfungsi untuk sosialisasi, juga menumbuhkan budaya kompetisi. Contohnya seperti membuat Konvensi Improvement, Improvement Forum, Blackinnovationawards, dan masih banyak lagi. Coba lakukan kegiatan Improvement di rumah bersama keluarga dan yang berhasil membuat Improvement terbaik rayakan dengan memberikan apresiasi, bisa berupa barang atau penghargaan lain. Pasti menyenangkan.

Lalu untungnya apa melakukan Improvement? Banyak. Di lain kesempatan akan kita bahas lagi, lengkap dengan contoh dan benefit-nya. Sudah memikirkan apa yang akan Anda improve hari ini?

Selamat Sore, Blogger! Seperti biasa, salam hangat sibaho buat Anda sekeluarga masih terus mengalir.

Read More..
15 March 2009 | 33 comments | Sibaho Way

Melakukan perbaikan di semua sisi

Apalah gunanya hidup jika tidak ada improvement/perbaikan. Silahkan tanya apa tujuan orang tua dulu menyekolahkan kita atau apa tujuan kita menyekolahkan anak kita. Pasti ada terselip alasan klasik: agar lebih baik dari orang tuanya.
Tapi itulah sebenarnya hakikat dari hidup. Selalu melakukan perbaikan di semua sisi, karena apa yang terbaik saat ini, ke depan pasti ada yang lebih baik. Ide ini pula yang menjadi dasar kegiatan inovatif semacam blackinnovationawards yang diselenggarakan oleh Djarum Black.

Salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam melakukan improvement adalah benchmarking. Benchmarking diperlukan untuk melakukan perbandingan atau mengukur posisi kita saat ini. Dan agar tidak menjadi katak dalam tempurung, kita tentu harus mencari 'sparing partner' yang lebih baik, sehingga ada yang kita dapat dari kegiatan itu.

Apa yang perlu dipersiapkan ketika memutuskan untuk melakukan benchmarking. Ini sekedar sharing saja ya, jangan terlalu dipikirin :P
  1. Tetapkan dulu tujuan pokok dari benchmarking itu. Ini penting agar nanti tidak serampangan dalam pelaksanaannya.
  2. Pilih Sparing Partner yang tepat. Cari yang menurut penilaian lebih baik dari kita. Kalau masih sekelas, buat apa? Tapi jangan pula mencari yang terlalu jauh di atas kita. Nanti malah sulit sendiri karena kurang realistis dengan kondisi kita sekarang.
  3. Komunikasikan tujuan dari benchmarking itu ke sparing partner. Mungkin mereka perlu juga persiapan agar nanti tidak salah informasi.
  4. Tiba pada hari H, kosongkan gelas anda. Karena kita akan belajar, maka hilangkan sifat sok tahu. Jika otak sudah dipenuhi oleh ego, maka pelajaran baik tidak bisa masuk lagi. Cari dan kumpulkan ilmu sebanyak yang bisa didapat. Pengalaman, ilmu, konsep, pola pikir dan semua yang dirasa lebih baik.
  5. Sekali lagi, jangan malu untuk mengakui kekurangan/masalah yang ada pada kita. Ungkapkan saja, siapa tahu mereka memiliki solusi atau pengalaman yang sama sebelumnya.
Poin terpenting dari benchmarking itu sebenarnya adalah, segera mengambil tindakan setelah mengetahui apa-apa yang harus diperbaiki. Belum tentu juga memang semua bisa diterapkan dengan sama persis. Ada yang perlu modifikasi. Tapi, tetap harus diimplementasikan.

Kemarin, blogwalking ke banyak blog peserta Djarum Black Blog Competition. Ini mirip dengan benchmarking. Mau melihat sejauh apa sepak terjang mereka. Berhubung sebelumnya saya tidak tahu latar belakang peserta, maka saya pilih secara acak. Sudah berapa banyak artikel yang dibuat, bagaimana trik mereka memasukkan keywords semacam Black Motodify dan Autoblackthrough ke dalam artikel, apa topik yang banyak dibahas, bagaimana kualitas konten dari artikel, dan banyak lagi. Apa yang saya dapat? Masih rahasia :D

Selamat Siang, Blogger! Salam hangat dari sibaho untuk Anda sekeluarga.

Read More..
03 March 2009 | 21 comments | Sibaho Way

Konvensi Improvement

Tahun ini kebetulan saya terpilih menjadi ketua konvensi QCC internal dan menjadi Juri untuk konvensi QCC level corporate. Bagi yang belum pernah mendengar istilah QCC (Quality Control Circle), itu adalah salah satu tools improvement selain SS (Suggestion System), QCP (Quality Control Project) dan Six Sigma. Intinya, melakukan perbaikan terhadap berbagai hal di area kerja masing-masing atau lintas departemen. Perbaikan bisa dalam beberapa kategori:
  • Membuat Standar. Biasanya ini dilakukan terhadap sesuatu hal yang belum memiliki prosedur standar (SOP), sehingga dalam operasinal sehari-hari masih terbuka peluang terjadinya penyimpangan, baik kualitas maupun kuantitas.
  • Mengembalikan ke Standar. Dalam hal ini sebenarnya standar sudah ada, namun sering terjadinya penyimpangan akibat ketidakkonsistenan pelaksanaan. Maka dibuatlah perbaikan sehingga ketidakkonsistenan tadi dapat dieliminir. Contohnya pokayoke (anti salah) atau andon.
  • Meningkatkan Standar. Ini dilakukan jika standar yang ada ingin dinaikkan lagi. Biasanya karena permintaan pelanggan yang meningkat (kualitas dan kuantitas), kebutuhan internal perusahaan (productivity, cost reduction program) dan lain-lain.

Intinya dalam kegiatan improvement tersebut selalu dicari celah-celah untuk melakukan yang lebih baik dari sebelumnya. Saya tidak akan membicarakan lebih jauh tentang QCC tersebut. Belum terlalu kompeten, malu sama master-master improvement :)

Yang ingin saya sampaikan adalah beberapa kesamaan antara kegiatan improvement di perusahaan dengan kegiatan Blackinnovationawards. Inovasi tentu berbeda dengan improvement. Inovasi semestinya adalah suatu terobosan baru, dari tidak ada menjadi ada. Berbeda dengan improvement. Seperti yang telah dijelaskan di atas, lebih kepada memodifikasi apa yang sudah ada. Namun, mau inovasi atau improvement, dua-duanya layak diacungkan jempol. Sangat memacu kreativitas untuk membuat lebih baik.

Kegiatan Blackinnovationawards goes to campus juga salah satu cara untuk memasyarakatkan pola berpikir dan bertindak kreatif bagi kawula muda. Jika Djarum Black sebagai motor kegiatan ini terus menerus secara konsisten melakukannya, bahkan memperlebar ruang lingkup ke segmen yang lebih luas, tahun-tahun ke depan akan banyak sekali ide-ide kreatif yang layak untuk diimplementasikan. Bila perlu masspro.

Melebar sedikit. Mengapa pemerintah tidak melakukan kegiatan semacam ini di lingkungan birokrasi yang belum bisa dikatakan baik dalam melayani rakyatnya? Membandingkan lagi dengan perusahaan swasta, biasanya ada KPI (Key Performance Indicator) yang merupakan tolok ukur performa suatu perusahaan. Ada Financial Perspective, Internal Perspective, External Perspective dan Learning & Growth. Pada Learning & Growth, ditargetkan pertumbuhan dan perbaikan yang harus dilakukan. Jika masih sama seperti kemarin, berarti tidak ada growth. Jika tidak ada perbaikan dari sebelumnya berarti tidak ada learning. Atau memang mereka (legislatif, eksekutif dan yudikatif) tidak mau belajar?

Selamat Siang, Blogger! Sibaho sedang sakit, tetapi salam hangat masih ada untuk Anda sekeluarga.

Read More..

Supporting Websites