12 January 2010 | 42 comments | Sibaho Way

Insight mengenai pentingnya Improvement

Add to Technorati FavoritesDulu saya rajin menulis tentang improvement di blog ini. Hingga waktu menggiring saya untuk mempelajari hal-hal baru di blogosphere termasuk salah satunya adalah mengais dollar :D
Saya sebenarnya kangen untuk menulis tentang improvement lagi dan bingo! Kemarin salah seorang teman mengirimkan email yang intinya ingin sharing tentang improvement, soal bagaimana:
  • Menyamakan persepsi mengenai Improvement Management
  • Menumbuhkan insight mengenai pentingnya Improvement
  • Menumbuhkan komitmen untuk menjadi Agent of Change dan menumbuhkan semangat kaizen (perbaikan tanpa henti) di lingkup perusahaan
Ini dia, Improvement itu sebuah budaya yang sering dianggap mudah sehingga saking mudahnya sering diremehkan.

Contoh: Apa susahnya membuang sampah pada tempatnya? Apa susahnya membuang sampah sesuai kategorinya?
Kenyataannya, banyak yang membuang sampah sembarangan, walau di situ ada tempat sampah. Kenyataannya banyak yang menaruh sampah basah di tempat sampah kering dan sebaliknya. Remeh kan? Ini masalah budaya.
Dan inilah tugas berat yang harus diselesaikan oleh teman saya tadi.

Pentingnya Improvement
Pernah mendengar istilah wormy company? Wormy company (perusahaan cacingan) adalah istilah untuk menggambarkan sebuah perusahaan dengan pemasukan (sales) tinggi tetapi profit rendah. Bagaimana mau tumbuh kencang jika net profit cuma di bawah 5% ?
Wormy company itu tidak ubahnya seperti orang yang cacingan. Semua gizi dihabiskan oleh parasit yang ada di dalam tubuh. Lalu apa parasit di dalam sebuah perusahaan? Pemborosan ! Banyak pemborosan tersembunyi dan terselubung dalam sebuah perusahaan, yang ajaibnya selalu terlihat wajar.

Pemborosan terjadi karena kita selalu terpaku dengan cara-cara lama dan takut untuk mencoba dengan cara lain. Kita selalu berasumsi bahwa cara yang sekarang adalah yang paling baik, sehingga kita malas untuk memikirkan bagaimana supaya lebih baik. Benar ! Pemborosan itu erat kaitannya dengan pola berpikir.

Saya tidak ahli dalam psikologi, cuma saya diajarkan, ketika kita berkata: tidak mungkin, susah, gak bisa, katanya secara otomatis otak juga akan tertutup untuk berpikir lebih kreatif. Beda halnya ketika kita membalik pertanyaannya menjadi: bagaimana biar mungkin, bagaimana biar mudah, bagaimana biar bisa.

Saya selalu dibuat tercengang oleh rumus kreatif ini: Harga Jual ≠ Biaya + Profit. Mengapa? Karena jika biaya bisa kita turunkan, maka harga jual kita tidak akan berubah. Yang berubah adalah profit. Keren kan ?

Coba hitung jumlah komputer di kantor Anda? Apakah itu sudah menggambarkan kebutuhan yang sebenarnya? Katakan jumlahnya ada 10 buah. Coba hitung jam operasi setiap komputer. Jika ada yang dipakai hanya 4 jam, 3 jam atau hanya 2 jam saja, mengapa tidak menggabungkan beberapa pekerjaan dalam satu komputer? Mengapa tidak diatur jadwal penggunaannya? Atau sebaliknya, jika semua komputer sudah full 8 jam sehari dipergunakan, mengapa tidak menganalisa agar pekerjaan-pekerjaan tersebut bisa dilakukan lebih cepat sehingga tidak perlu 8 jam? Sekali lagi, ini masalah pola berpikir. Ketika kita sudah mencari-cari alasan ini itu soal penggunaan komputer, maka tunas-tunas kreatifitas untuk menghilangkan pemborosan sudah dimusnahkan.

Pengalaman saya, ketika kita menganalisa secara detil setiap hal apakah itu elemen kerja, biaya dan lain-lain, maka kita akan dibuat tercengang sendiri dengan perbaikan yang bisa kita lakukan. Percaya deh...

Oke, kawan... lain kali akan saya lanjutkan lagi tulisan tentang improvement. Untuk kawan saya, Iha, yang sabar ya, emailmu pasti saya balas dengan jawaban yang lebih nendang :))

Related Post



42comments:

Post a Comment

Berkomentar yang wajar ya kawan :)

Supporting Websites