Showing posts with label Pemerintah. Show all posts
Showing posts with label Pemerintah. Show all posts
28 March 2010 | 42 comments | Sibaho Way

Menyelesaikan masalah tanpa masalah

Add to Technorati FavoritesKegiatan Minggu pagi diawali dengan membersihkan bak mandi. Walau terlihat bersih, jika lantai dan dindingnya coba digosok, maka air akan sedikit keruh. Wajib dibersihkan sebelum tambah parah. Lantai dan dinding bak disikat, diberi cairan pembersih, sikat lagi hingga air menjadi keruh total. Setelah air kotor dibuang, bak diisi lagi dengan air bersih. Bening.
Apa insight-nya?

Pertama, kita kadang hanya melihat sesuatu hanya dari permukaan saja. Sama dengan bak mandi tadi. Terlihat bersih dengan air yang bening. Padahal setelah digosok sedikit, kotorannya langsung bertebaran. Sering kita tidak pernah mengakui atau tidak menyadari masalah yang sebenarnya karena terlihat wajar dari permukaan. Kita sering mengkultuskan tokoh A, terpesona dengan prestasi institusi B, , padahal banyak kebobrokan di dalamnya, yang melebihi prestasinya yang tidak seberapa.
Aturan pertama penyelesaian masalah: angkat masalah ke permukaan !

Kedua, setelah kita menyadari dan mengakui sebuah masalah, kita takut dengan proses penyelesaian masalah yang 'menyakitkan'. Bagaimana membersihkan bak mandi tanpa membuat air keruh? Itu proses. Dalam sebuah proses, terkadang harus ada derita, jatuh, luka dan pengorbanan. Pada akhir proses nanti, semua akan kembali sendiri dengan kondisi yang lebih baik.

Ketiga, masalah harus diselesaikan dengan tindakan nyata yang jelas, bukan menutupinya dengan masalah baru, lalu membiarkan waktu yang akan menyelesaikannya, dimana biasanya usaha dan pengorbanannya malah akan lebih besar. Jika kotoran yang menutupi lantai dan dinding bak mandi tadi dibiarkan terus dan malah menggantinya dengan ember baru, maka pada saatnya nanti akan meledak menjadi masalah yang lebih kronis.
Selesaikan masalah A dengan tindakan A, masalah B dengan tindakan B. Bukan menutupi masalah A dengan masalah B.

Semoga Polri, Kejaksaan, Kehakiman, KPK, Perpajakan dan seluruh institusi pemerintah lainnya dapat membersihkan 'bak mandi' masing-masing. Bersihkanlah, walau itu menyakitkan ! Demi Rakyat Indonesia !

Read More..
16 January 2010 | 32 comments | Sibaho Way

Ada yang tahu tugas Menteri Perumahan Rakyat ?

Add to Technorati FavoritesMasih ingat ketika semasa pemerintahan Gus Dur, beliau menghilangkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan dari kabinetnya? Pada saat itu, langkah tersebut ditentang banyak pihak. Entah karena proses eliminasi yang kurang smooth atau memang ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfatkan situasi, yang jelas kejadian di atas menjadi salah satu pemicu Gus Dur diturunkan dari jabatannya sebagai Presiden.

Saya pribadi mendukung perampingan kabinet. Departemen-departemen yang tidak produktif atau yang potensial tumpang tindih dengan departemen lain lebih baik di-merger.

Saya sekarang masih bertanya-tanya: Apakah tugas dari Menteri Perumahan Rakyat ???
Adakah kawan-kawan yang bisa memberi pencerahan?

Read More..
05 December 2009 | 25 comments | Sibaho Way

Wahai Pansus Bank Century

Add to Technorati FavoritesJika Kami bersama nyalakan tanda bahaya. Jika kami berpesta hening akan terpecah. Aku, dia dan mereka memang gila memang beda. Tak perlu berpura-pura memang begini adanya. Dan Kami di sini akan terus bernyanyi.

Dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya. Musik akan menghentak, Anda akan tersentak. Dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama. Kami adalah Kamu, muda, beda dan berbahaya.

Lepaskan semua belenggu yang melingkari hidupmu. Berdiri tegak menantang di sana di garis depan. Aku berteriak lantang untuk jiwa yang hilang. Untuk mereka yang selalu tersingkirkan. Ketika tiada beban lagi untuk berlari. Ketika tiada orang yang akan peduli. Aku dan dia selalu menunggumu di sini. Angkat sekali lagi.

Dan Kami di sini akan terus bernyanyi.

*diambil dari 'Jika Kami Bersama' milik S.I.D*

Read More..
21 November 2009 | 12 comments | Sibaho Way

Main petak umpet ala koruptor

Add to Technorati FavoritesPresiden SBY pernah mengatakan (kurang lebih intinya begini), bahwa jika ada yang coba-coba menggembosi KPK, dia akan BERDIRI PALING DEPAN.
Pertanyaannya, jika beliau berdiri di depan, dimana posisi para koruptor: di belakangnya atau di mana?

*sayup-sayup dari rumah tetangga terdengar lagu Iwan Fals: ..... bicaralah yang lantang jangan hanya diam...*

Read More..
04 November 2009 | 7 comments | Sibaho Way

Biarlah Bibit dan Chandra bebas melalui proses hukum

Rekaman pembicaraan Anggodo dengan kawan-kawan sudah dipedengarkan, dan khalayak ramai sudah ramai membicarakannya. Berbagai tanggapan muncul dibalik dugaan rekayasa kriminalisasi KPK.

Karena ini proses hukum, saya masih berpegang teguh pada penegakan hukum. Biarlah Bibit dan Chandra dibebaskan setelah dilakukan proses hukum, bukan karena tekanan dari masyarakat atau petinggi negara ini. Karena jika demikian, ini juga menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di negeri ini. Kita tentu sudah bosan ketika proses hukum diselesaikan lewat proses politik atu sosial. Jika begini terus, sampai kapan pun penegakan hukum tidak akn pernah jelas salah benarnya.

Maaf kepada kawan-kawan Facebook yang telah mengundang saya untuk bergabung dengan Grup pendukung Bibit dan Chandra. Saya menolak karena sampai saat ini dukungan saya baru sebatas kepada institusi KPK belum kepada personal. Biarlah proses dan waktu segera bisa mengungkapkan, sehingga yang benar terlihat benar dan yang salah terlihat salah. Siapa pun dia. Ya. Siapa pun dia dan dari instansi mana pun.

Read More..
23 October 2009 | 21 comments | Sibaho Way

Siti Fadilah Supari: It’s Time for the World to Change

Ternyata penunjukan dr. Endang Rahayu S sebagai Menteri Kesehatan menggantikan dr. Siti Fadilah Supari ramai menuai kontroversi. Terlepas dari siapa pun penggantinya, Statement Jubir Kepresidenan Dino Patti Jalal di sebuah stsiun televisi yang mengatakan dr. Siti Fadilah Supari sebagai seorang Ultra nasionalis, Nasionalis sempit, sungguh sangat melukai hati.

Bagaimana tidak melukai, seorang dokter yang dengan lantang dan beraninya 'menonjok' WHO (baca: Amerika) hingga menyerah dan mengubah kebijakan yang telah dipertahankan selama 50 tahun, dikatakan Nasionalis sempit.
Bagaimana tidak melukai, seorang ibu yang berjuang mati-matian menentang kapitalis farmasi yang selalu menjajah negara ketiga, dikatakan Nasionalis sempit.
Bagaimana tidak melukai, seorang wanita Indonesia yang berusaha membongkar konspirasi yang disinyalir menggunakan virus sebagai senjata biologi oleh Amerika, dikatakan Nasionalis sempit.
Bagaimana tidak melukai, seorang Menteri yang menerbitkan buku berjudul 'It’s Time for the World to Change' (yang konon diminta oleh Presiden-nya agar ditarik dari peredaran) dan dipuji majalah The Economist London sebagai revolusioner dalam menyelamatkan dunia dari dampak flu burung, dikatakan Nasionalis sempit.

Bapak Dino Patti Jalal mungkin benar (menurut pemikirannya sendiri) mengatakan dr. Siti Fadilah Supari sebagai Nasionalis sempit, karena pemikiran Ibu Siti tidak hanya nasional, tetapi sudah mendunia, memikirkan negara-negara berkembang seperti Indonesia, Vietnam, Thailand dan lain-lain, jangan sampai dijadikan sapi perah oleh negara-negara maju dalam bidang kesehatan.

Bapak Dino Patti Jalal mungkin benar (menurut pemikirannya sendiri) mengatakan dr. Siti Fadilah Supari sebagai Ultra nasionalis, karena Ibu Siti banyak memberikan gebrakan di bidang kesehatan dalam negeri, terutama keberpihakannya kepada rakyat kecil. Siapa yang menentang privatisasi rumah sakit BUMN? Siapa yang menegur rumah sakit swasta yang menyepelekan pasien dengan kartu Jamkesmas? Siapa yang menggratiskan berobat di rumah sakit-rumah sakit pemerintah? Siapa pula yang membuat program obat murah?

Oke. Tulisan ini bukan penolakan terhadap Menteri Kesehatan yang baru dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, karena saya yakin beliau (dengan segala latarbelakangya) pasti mampu memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Beliau juga pasti mampu melanjutkan perjuangan dr. Siti Fadilah Supari dengan gebrakan yang lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia.

Tapi ada yang menarik. Istri saya (kebetulan bekerja di bidang kesehatan) ketika saya tanya, siapa Menteri Kesehatan, dia menjawab: Ibu Siti Fadilah Supari!
Lha, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih siapa? Istri saya jawab: ah... itu kan cuma penggantinya!
Lalu istri balik bertanya, Dino Patti Jalal siapa sih? Dia Nasionalis sejati ya? Saya jawab, googling aja deh... kata kuncinya: Dino Patti Jalal Namru 2 !

Selamat Pagi, Bahoomian!! Salam hangat Sibaho mengiringi Anda beraktivitas pagi ini. Sukses untuk kita semua.

Read More..
21 October 2009 | 8 comments | Sibaho Way

Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II

Inilah Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II. Para Menteri (Pejabat setingkat Menteri) ini diharapkan mampu membawa Bangsa Indonesia ke jenjang yang lebih baik. Terlepas dari segala kontroversi beberapa, saya pribadi sedikit kecewa atas tidak terpilihnya kembali Srikandi jagoan saya, (mantan) Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.
Menurut saya beliau sangat banyak memberikan gebrakan dalam dunia kesehatan, termasuk keberaniannya mendobrak dominasi kapitalis sekelas Amerika. Apalagi penggantinya sekarang banyak dikait-kaitkan kedekatannya dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2) yang pernah diobrak-abrik Siti Fadilah Supari.
Tapi, berbaik sangka saja-lah. Toh kita bisa ikut mengontrol kinerja mereka nantinya.

Ini daftar selengkapnya:

MENTERI KOORDINATOR


1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : R Agung Laksono
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

MENTERI DEPARTEMEN

1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa
3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
6. Menteri ESDM: Darwin Saleh
7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat
8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu
9. Menteri Pertanian : Suswono
10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi
12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Sedyaningsih
16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh
17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri
18. Menteri Agama : Suryadharma Ali
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
20. Menteri Komunikasi dan Informatika : Tifatul Sembiring

MENTERI NEGARA

1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata
2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan
3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari Gumelar
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan
6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas : Armida Alisjahbana
8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar
9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng
10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan
3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
sumber: detik.com

Untuk Jaksa Agung, Kapolri dan Panglima TNI katanya menyusul akan diumumkan, sedang Menteri Pengangguran dan Menteri Improvement tidak ada :P

Read More..
20 October 2009 | 22 comments | Sibaho Way

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2009-2014 baru saja selesai. Pidato panjang lebar dari Presiden SBY yang banyak mengandung puja-puji bagi para pendahulunya, kepala dan perwakilan negara sahabat, cukup membuat suasana gedung MPR teduh dan kondusif. Hanya Ketua MPR, Bapak Taufik Kiemas yang terlihat sedikit 'kepayahan' dalam memimpin sidang. Mungkin kondisi fisik beliau yang kurang fit.

Periode baru negeri ini sudah dimulai hari ini. Harapan banyak digantungkan kepada Presiden dan para pembantunya. Walau banyak menimbulkan kritik, usaha Presiden SBY dalam menyusun kabinetnya layak didukung oleh seluruh rakyat Indonesia. Kita harus turut menciptakan suasana pemerintahan yang kondusif tanpa harus kehilangan fungsi kontrol. Dengan begitu, prediksi para pengusaha bahwa 5 tahun ke depan Indonesia akan memasuki masa keemasannya di bidang ekonomi bukan hal yang mustahil.

Menjadi bangsa yang besar itu memang harus dimulai dari pembentukan karakter yang besar. Semoga dengan segala musibah, cobaan dan ujian kita di masa lampau, dapat menjadi tonggak awal bangsa ini menuju kedewasaan bernegara, berpolitik dan berdemokrasi. Dan sekali lagi, melihat perkembangan 10 tahun terkahir ini, hal ini pun bukan yang mustahil akan kita gapai di tahun-tahun berikut.

Kita juga menaruh hormat kepada mereka yang memposisikan diri sebagai oposisi. Mereka sangat dibutuhkan untuk dapat memberikan kritik konstruktif dan solusi alternatif bagi permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul di kemudian hari. Mereka sangat dibutuhkan untuk ikut memberikan pendidikan politik dan demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dan kepada Presiden & Wakil Presiden kami yang baru,
Kami tidak akan menagih janji apapun kepada kalian karena kami yakin kalian adalah manusia Indonesia berintegritas tinggi, yang akan selalu melaksanakan apa-apa yang telah diucapkan. Kami yakin kalian adalah manusia Indonesia yang paling jujur dalam menyampaikan apa-apa yang telah kalian kerjakan. Kami yakin kalian adalah manusia Indonesia yang agamis yang menjaga martabat diri, keluarga dan Bangsa Indoensia, baik di lingkup nasional, regional maupun internasional.
Pesan kami: Selalulah lebih baik !

Selamat Siang, Bahoomian!! Salam hangat Sibaho untuk Presiden dan Wakil Presiden yang baru dilantik, juga untuk Anda sekeluarga tentunya.

Read More..
18 October 2009 | 22 comments | Sibaho Way

2 Kementerian baru yang mestinya dibentuk oleh SBY Boediono

Hal positif dari telapak kaki yang keseleo adalah bisa seharian rehat di depan tivi sambil mengikuti perkembangan audisi para calon menteri. Warna-warni kombinasi muka lama baru, profesional politisi sungguh memperlihatkan usaha SBY Boediono menciptakan pemerintahan yang kondusif. Cukup beralasan mengingat ini periode terakhir bagi SBY memimpin negeri ini.

Namun ada 2 kementerian baru yang mestinya dibentuk oleh SBY Boediono. Pertama, Kementerian Pengangguran. Tidak usah sinis, ini serius! Kementerian Pengangguran perlu dibentuk. Gunanya ya untuk mengurusi pengangguran di negeri ini yang semakin tahun semakin membludak. Menteri Tenaga Kerja? Dari namanya saja sudah jelas kok cuma mengurusi tenaga kerja. Pengangguran tidak masuk dalam wacana mereka. Ini fakta!

Lalu seberapa urgensinya Kementerian Pengangguran? Top Urgent! Setiap tahun negeri ini mencetak ribuan bahkan ratusan ribu ijazah bagi pengangguran berpendidikan. Belum yang menganggur karena ketidakmampuan mengecap pendidikan. Apa ini tidak menjadi indikator tingkat urgensi pembentukan Kementerian Pengangguran. Satu lagi, untuk menjadi Menteri Pengangguran harus punya pengalaman menganggur minimal 5 tahun, biar memiliki 'sense of pengangguran'. Berminat?

Kedua, Kementerian Improvement. Ini sangat penting juga. Tentu Anda juga bosan dengan kinerja pemerintahan katakan mulai dari tingkat Kelurahan hingga ke atas-atas, yang sangat-sangat tidak bisa memuaskan pelanggan (baca:rakyat). Anda juga tentu sangat jengah melihat kantor-kantor pemerintahan yang dipenuhi oleh pegawai-pegawai yang seharian kerjanya tidak jelas (syukur tidak berkeliaran di Mal). Dan Anda juga pasti sudah muak mendengar laporan para pengusaha yang mengeluhkan dahsyatnya premanisme berdasi di negeri ini.

Ya. Tugas Kementerian Improvement adalah mengembangkan suatu sistem yang lebih baik secara berkesinambungan, bagi semua departemen terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Kementerian ini juga harus menghitung kebutuhan pegawai yang sebenarnya, sehingga mampu produktif melayani publik dengan baik. Tugas lainnya, menjadi 'polisi' yang mengawasi pelaksanaan sistem yang telah diperbaiki itu, agar tidak menyimpang karena kepentingan pribadi atau golongan. Dan masih banyak lagi tugasnya yang lain. Intinya: Improvement! Kalau yang ini, saya pun berminat jadi menterinya :)

Dua Kementerian ini harus langsung di bawah Presiden dan mereka bertanggungjawab langsung kepada Presiden, agar tidak bisa di-intervensi oleh yang lain. Mengapa? Satu, karena pengangguran adalah penyebab langsung dari semua permasalahan di negeri ini. Bahkan masalah terorisme sekalipun! Dua, agar Presiden tidak hanya membaca laporan ABS (Asal Bapak Sumringah) dari para menteri-menteri lainnya.

Selamat Malam, Bahoomian!! Semoga siapapun Menteri pilihan SBY Boediono, dapat menjadi Menteri yang amanah. Salam hangat Sibaho untuk Anda sekeluarga.

Read More..
16 May 2009 | 38 comments | Sibaho Way

Perkenalken !

Perkenalken, calon pemimpin kita lima tahun ke depan.
  1. SBY Boediono = SBY Berbudi
  2. JK Wiranto = JK Win
  3. Megawati Prabowo = Mega Pro*
Siapa pun yang terpilih, semoga tetap amanah. Amin.


* Atas inisiatif saya sendiri, semoga berkenan :)

Read More..
11 May 2009 | 45 comments | Sibaho Way

Sila dilanjut Pak Cik!

Boleh tidak membantu rakyat miskin?
Boleh tidak sekolah gratis?
Boleh tidak berobat gratis?
Dilanjutkan tidak?

Read More..
10 April 2009 | 67 comments | Sibaho Way

Kuliner Sehat Politikus


Kegiatan contreng mencontreng legislatif sudah berakhir. Dan malaikat pun sudah tahu siapa yang jadi juaranya. Sekarang waktunya lucu-lucuan menjelang pemilihan presiden secara langsung. Sibaho mengadakan polling untuk mengetahui menu sehat para blogger. Sebagai bahan pertimbangan, dibawah ini akan diulas secara singkat satu persatu.

A. Es Beye
Rasanya menyegarkan apalagi di siang yang terik. Penampilannya menggugah selera. indah seperti ada pelangi, didominasi warna biru, sedikit polesan merah dan putih. Konon kabarnya berkhasiat menurunkan kadar minyak/kolesterol atau lemak jahat dari tubuh, 3 kali lebih baik malah dari obat pembakar lemak terkenal. Kemarin-kemarin dijual paket bersama sebuah menu sup-supan. Tapi sekarang sudah dijual terpisah. Pernah juga hanya sebagai pelengkap di sebuah restoran Mie dan Jus. Tapi itu dulu. Es ini hingga sekarang masih memimpin sebagai menu favorit.

B. Mie Gawati
Mie yang satu ini selalu beriklan di setiap media sebagai makanan rakyat kecil, bahkan dengan berani mendeklarasikan diri sebagai lambang keprihatinan wong cilik (baca: cilek). Menyantap Mie yang satu ini kita harus banyak diam. Rasanya pedas bukan main. Seluruh tubuh bisa memerah darah. Bahkan menurut kabar angin, seekor banteng pernah sampai mengeluarkan cairan putih dari mulutnya ketika menyantap Mie Gawati yang tersohor ini. Mie ini konon dibuat berdasarkan bumbu rahasia racikan bapak moyangnya yang suka memakai kopiah dan menenteng tongkat komando. Khasiatnya masih diteliti. Yang pasti memakan Mie ini bisa meningkatkan kadar minyak atau lemak dalam tubuh. Efeknya bisa membuat bete dan mati gaya.

C. Sup Kalla
Sup yang satu ini susah dibedakan, apakah makanan, minuman, menu pembuka atau penutup. Karena kategorinya yang banyak itu, menu yang satu ini terkenal dimana-mana. Ya itu tadi, di kalangan penggemar makanan, penggemar minuman dan seterusnya. Sup dengan kuah warna kuning pekat ini berasal dari daerah Sulawesi Selatan dan di sana menu ini dikenal sebagai makanan kelas berat.
Sup ini di-claim pemiliknya dapat membuat tubuh jadi sehat dan dapat bekerja lebih cepat. Jika petani bisa bekerja lebih cepat, tentu kita bisa ekspor beras, begitu logikanya.
Oh ya, jangan tertawa apalagi jijik. Sepanjang sejarah kuliner, baru kali ini sebuah menu dalam penyajiannya, dihiasi dengan kumis tipis yang lucu.

D. Jus Dur
Yang ini jelas minuman. Konon sangat menyehatkan terutama bagi kalangan TNI Polri, PNS, Etnis Tionghoa dan kaum minoritas lainnya. Katanya, dengan meminum Jus ini, tubuh keluarga TNI Polri dan PNS bisa lebih sehat karena bisa mendapat asupan gizi cukup. Bagi Etnis Tionghoa dan minoritas, mengkonsumsi jus ini, katanya bisa membuat mereka lebih bebas berekspresi dan berorganisasi. Tapi, banyak juga yang tidak menyukai minuman ini karena mereka takut dicap anak TK. Ya, mereka adalah anggota Dewan. Bagi beberapa kalangan ormas Islam, Jus ini diragukan kehalalannya. Tagline terkenal dari iklan Jus ini adalah: Mau sehat? Minum Jus Dur, gitu aja kok repot!

Atau Anda memiliki menu favorit sendiri? Sharing ya :)

Selamat Siang, Blogger! Salam hangat sibaho buat Anda sekeluarga sambil menikmati akhir pekan.

Read More..
18 March 2009 | 28 comments | Sibaho Way

Politik yang Menggelitik

Terprovokasi oleh artikel di Problogger tentang tips membuat tulisan politik bagi penulis non politik, saya nekat juga mencoba. Soal apa? Apalagi kalau bukan soal kampanye.

Begini. Proses demokrasi di negeri ini ternyata mengalami juga yang namanya improvement (tenang, saya tidak akan bicara improvement kali ini :D ). Metode kampanye mengalami kemajuan yang signifikan dibanding pemilu 2004 lalu. Baik yang kampanye damai, indoor, outdoor bahkan yang melakukan black campaign ( gak ada hubungan sama Djarum Black ya :D ) pun sudah makin lebih baik. Makin pinter kan?

Mengapa para politikus dan orang partai itu makin pinter? Karena pemilih sekarang juga makin pinter (tepuk tangan yang meriah untuk pemilih pinter...). Jadi mereka-maksudnya para poltikus itu, harus selalu melakukan improvement ( sumpah! ini yang terakhir saya menyebut kata itu di tulisan ini :D ) agar selalu bisa 'minteri' para pemilih pinter. Ini praduga saya lho... (sok pinter!)

Ya sudah. Cukup sedih mendengar di berita hari ini (yang pasti bukan di Black in News lho), bahwa hanya 2 menteri yang tidak cuti dalam masa kampanye ini. Whaaaat...!! Ya, Anda tidak salah baca. CUMA 2 ORANG MENTERI YANG TIDAK CUTI DALAM MASA KAMPANYE ! Saya tidak akan menyebutkan siapa yang 2 orang itu. Selain karena tidak tahu, takut nanti dikira kampanye terselubung.

Oke. Tadi juga sedang ramai diberitakan rencana pertemuan antara SBY dan Mega. Setelah 'ijab qobul' Mega dengan JK, mau apa lagi Mereka kali ini?
Silahkan tarik nafas, karena pada paragraf berikut kalimat saya akan panjang dan tanpa tanda baca selain satu titik. Jadi tolong potong kalimatnya sesuka Anda.

Para politikus itu berpikir bahwa dengan lobi-lobi yang mereka lakukan akan dapat berpengaruh terhadap perolehan suara pada pemilu nanti kasian deh lo sibuk sendiri emang kami mikirin apa wong kami sudah pusing mikirin perut dewek mikirin tetangga kami yang habis dirumahkan dan sebagian sudah dipehaka kalian malah enak-enakan bikin perjanjian segala seolah-olah nasib kami ini bisa kalian permainkan layaknya gem pe-es kalian sebentar-sebentar saling kritik saling menjatuhkan kemudian senyam-senyum berjabat tangan tanpa perduli dengan kami yang bingung melihat siapa sebenarnya yang layak memimpin kami karena ternyata kalian tidak pernah memikirkan kami kalian hanya memikirkan kepentingan kalian saja agar tetap bisa nangkring dan saling membantu kepentingan masing-masing huh.

Tarik nafas dulu. Ya, begitulah saudara-saudara. Saya tidak suka dengan lobi-lobi politik kelas berat yang sedang mereka lakukan. Mereka sudah coba buat skenario untuk melanggengkan kekuasaan mereka. Masih mau menjadi objek penderita dari skenario mereka yang bahkan tidak laku disinetronkan? Jawabannya ada di contreng Anda. Mari kita kagetkan mereka !

Ya benar. Jangan jadi golput. Karena saya tahu Anda cukup pintar untuk tidak membiarkan para politikus itu mengeksploitasi rakyat di dusun sana yang tidak tahu apa-apa. Jika Anda tidak mencontreng, maka semakin berkuranglah 'suara baik' yang menyaingi perolehan suara mereka. Anda rela begitu? Saya tidak !

Terakhir, jika Anda karena sangat bersemangat hingga membela cuti kerja bahkan bolos untuk ikut berkampanye dengan partai pilihan Anda, tolong perhatikan peraturan kampanye ya. Tidak boleh bawa anak kecil, tidak boleh melakukan konvoi kendaraan (mending gabung sama anak motor semacam Black Motor Community) dan masih banyak lagi. Jangan lupa, utamakan selamat!

Akhirnya (tadi katanya udah terakhir), baru saya sadar, ternyata tulisan politik saya ini tidak mengikuti tips dari Problogger di atas tadi. Saya memang suka egois dalam hal ini. Harap maklum.

Selamat Malam, Blogger! Salam hangat dari sibaho buat Anda sekeluarga. Semoga selalu bahagia.

Read More..
11 March 2009 | 33 comments | Sibaho Way

Harus Bisa

SBY rocks ! Presiden kita mulai tebar pesona. Tadi di TransTV lewat acara bertajuk 'Harus Bisa' yang dipandu dengan apik oleh Bung Helmi Yahya, SBY melakukan talk show membahas bukunya dengan judul yang sama, ditulis Bung Patti Jalal. Di saat yang sama pada tempat yang berbeda, Sintong Panjaitan juga sedang grand launching bukunya yang berjudul 'Perjalanan seorang prajurit Para Komando'. Ada apa ini?

Kembali ke SBY. Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dengan konten acaranya. Mendengar SBY bicara dengan gayanya yang konservatif, saya sudah bete. Jauh lebih menarik mendengarkan bicara Gus Dur semasa jadi presiden. Yang menarik disikapi adalah fenomenanya. Tim kreatif SBY begitu pintarnya memainkan momen. Sejak resmi bercerai (mungkin saja rujuk lagi) dengan JK, mereka seolah berlomba-lomba saling salip mencitrakan diri lewat media. Selisih satu poin untuk keunggulan SBY. Ditambah SBY pintar bernyanyi. Ada pelaaangiiii.... Sepertinya, jika tidak terpilih lagi nanti, presiden kita ini bisa menggantikan Krisyanto yang sudah meninggalkan Jamrud.

Kembali ke acara 'Harus Bisa' lagi. Mungkin ingin meniru sukses Obama dengan 'Yes, we can'-nya. Terlihat sedikit memaksakan ketika acara itu dibuat semacam variety show khas TransTV. Jujur, saya masih lebih suka melihat acara Black in News di Trans7.
Diselingi senandung beberapa penyanyi dan band papan atas. Samson dengan Kenangan Terindah, Agnes Monica dengan Matahariku, Andra and the Backbone dengan Hitamku. Mendengar judul lagu terakhir ini, jadi ingat hitamnya Djarum Black (hehehe....).

Konten pembicaraan penuh dengan wejangan yang utopis, njelimet mbulet, berulang seperti artikel yang di-rewrite menggunakan software canggih. Pokoknya bikin pusing (baca: bete). Jika berkaitan dengan kisah, ceritera masa lalu yang menggugah hati dan membuat perasaan berdarah-darah, SBY sangat pintar melakukannya.

Malah sangat disayangkan, ketika Tony Chen seorang pakar IT yang melemparkan isu bagaimana rencana pemerintah ke depan dalam menyikapi persaingan global di bidang teknologi informasi, ditanggapi dingin saja oleh SBY. Padahal saya berharap, SBY membuat suatu gebrakan: berantas buta internet. Maksudnya, orang yang buta internet, diberantas ! :P

Akhirnya, tidak ada yang tertinggal buat saya dari acara itu selain memuji tim kreatifnya SBY yang berani dan inovatif. Tapi, tetap masih kalah inovatif dengan peserta Blackinnovationawards (hehehe...sempet-sempetnya...).

Selamat Malam, Blogger! Selamat beristirahat, salam hangat esok pagi buat Anda sekeluarga dari sibaho yang sedang menunggu partai MU vs Inter.

Read More..
30 January 2009 | 6 comments | Sibaho Way

The Crisis is in the house

Sangat sedih ketika beberapa orang terbaik di tim harus diputus kontrak karena penurunan order yang semakin hari tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Apa yang selama ini hanya terlihat di running text televisi tentang PHK besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang cukup bonafid, ternyata sudah di depan mata.
Secara perusahaan, tindakan tersebut cukup bisa dimengerti karena beban akan semakin berat dengan menurunnya penjualan. Sementara untuk 'bertahan' langkah yang lumrah dilakukan adalah meningkatkan penjualan atau menurunkan biaya. Meningkatkan penjualan rasanya terlalu bicara optimis, karena melibatkan perusahaan/pihak lain yang secara global mengalami hal yang sama. Dan langkah populer yang paling sering diambil adalah menurunkan biaya. Biaya tetap atau variabel? Kalau memungkinkan hingga biaya tetap. Biaya tenaga kerja adalah salah satu biaya tetap tersebut. Dan merekalah yang menjadi 'korban' kini.

Kemarin-kemarin krisis di Amerika. Lalu menular ke Indonesia. Masuk ke kawasan sebelah. Akhirnya masuk juga ke perusahaan sebelah. Desember mulai masuk perusahaan kita, walau akhir tahun masih sempat bagi-bagi bonus. Dan sekarang krisis itu sudah menusuk hingga ke dapur beberapa teman. Sementara ke perut belum, tapi entah sampai kapan.
Sementara jangan melibatkan pemerintah dulu tentang hal ini, karena mereka sedang sibuk menyiapkan pesta partai 2009. Huh !

image from here

Read More..
28 January 2009 | 21 comments | Sibaho Way

Most Valuable Person for 2009 Election

Sungguh memprihatinkan kondisi jalan raya yang belakangan ini dihiasi oleh banner atau spanduk para 'foto model' dadakan. Mulai dari model pas photo ala ktp sampai gaya narsis ala bintang pop.
Ada 3 jenis bawarak-bakal wakil rakyat dilihat dari banner jalanan itu.
Pertama, kelompok yang mengandalkan figur / kharisma seseorang, entah itu tokoh partai atau tokoh masyarakat setempat dan tokoh-tokoh lain. Lihat saja, ada yang sedang bersanding bersama Megawati dengan back drop Bung Karno, ada lagi yang sedang bersalaman dengan si tiga kali: SBY, dan lain-lain. Ada lagi, tanpa photo tapi dengan kata-kata, seperti Badur no urut 2 cucunya H. Anu, tokoh Anu. Bahkan yang sudah almarhum pun dibawa-bawa : Jontor no urut 8 putra (alm) Anu.
Mereka mungkin lupa, menjadi wakil rakyat itu yang dibuthkan bukan figur orang lain, tapi VALUE dari orang yang bersangkutan.
Kedua, Sepertinya lebih baik dari kelompok pertama dan lebih mengerti value. Terbukti dengan diumbarnya puluhan gelar baik gelar akademik maupun gelar buatan sendiri. Bagi kelompok ini, gelar merepresentasikan value. Lihat lagi, tidak sedikit yang memiliki 3 gelar bahkan lebih. Drs, MM, MSc, SPi, Dr, SSos, SE sampai made in luar punya sejenis PhD (pak dhe kali ya maksudnya). Cuma satu gelar belum ada yang dipakai : Alm.
Ketiga, Inilah kelompok yang membumi (sepertinya sih). Down to earth, tidak membawa-bawa nama orang lain (cukup percaya diri kayaknya), tidak juga menempelkan gelar ini itu (tindakan lebih penting, mungkin begitu pikir mereka) alias polos (baca: lugu). Contoh, contreng Sibaho No urut 17! Tapi malah bikin orang bingung: ini orang siapa, lha mau ngapain? Nafsu amat sih jadi caleg... Nah lho !

Solusi? Tidak ada solusi, wong niatnya memang mau bikin bingung doang kok :) Apakah caleg dalam 3 kelompok di atas tidak ada yang baik? Tidak begitu lah. Paling tidak, mulai sekarang kita sudah harus proaktif mencari calon wakil di dewan sana (jangan jadi golput, Gus Dur aja sudah tobat), agar tidak terjebak oleh banner yang mengotori kerapihan dan keindahan jalan. Pilih caleg yang melek internet dan mau bagi-bagi domain dan hosting berbayar dengan gratis :D
Selamat berburu !

Read More..
20 January 2009 | 9 comments | Sibaho Way

Don't be Stupid, Sir !

Pemerintahan SBY menurunkan harga BBM hingga 3X merupakan prestasi? Benar-benar menyesatkan iklan di TV dan radio belakangan ini. BBM turun memang sudah selayaknya pak cik! Itu saja sudah terlambat dibanding negara tetangga. Kemana aja? Inilah pembodohan pemerintah yang menimbulkan kecurigaan. Jangan-jangan kemarin sudah disetting naik sedemikian tingginya demi target event 2009, begitu kata para pakar politik. Wajar saja sih curiga, wong buntut-buntunya berakhir dengan Iklan busuk itu. Mendingan benahi saja pendistribusian yang masih kacau balau itu.

Belum lagi iklan petinggi Golkar yang membawa-bawa nama perdamaian di Poso. Menguak luka lama. Seolah jiwa-jiwa yang terbang dipergunakan untuk melambungkan nama atau kelompok seseorang. Sadarlah pak cik! Tidak usah begitu, orang juga sudah tahu kok jasa-jasa Anda dalam membangun bangsa ini. Tidak usah begitu, orang juga sudah tahu kok kalau Anda salah satu begawan di negeri ini. Dan begawan biasanya sangat arif bijaksana. Jika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu. Eh, jangan-jangan kecoa-kecoa Anda yang tidak ingin kehilangan popularitas Anda. Sadarkanlah mereka pak cik!
Proyek konversi mminah ke gas bagaimana? Kayaknya sih cuma menambah 'mainan' pemerintah agar makin banyak cara untuk mengendalikan hajat hidup orang banyak. Goyang terus pak cik!

Read More..

Supporting Websites