SBY rocks ! Presiden kita mulai tebar pesona. Tadi di TransTV lewat acara bertajuk 'Harus Bisa' yang dipandu dengan apik oleh Bung Helmi Yahya, SBY melakukan talk show membahas bukunya dengan judul yang sama, ditulis Bung Patti Jalal. Di saat yang sama pada tempat yang berbeda, Sintong Panjaitan juga sedang grand launching bukunya yang berjudul 'Perjalanan seorang prajurit Para Komando'. Ada apa ini?
Kembali ke SBY. Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dengan konten acaranya. Mendengar SBY bicara dengan gayanya yang konservatif, saya sudah bete. Jauh lebih menarik mendengarkan bicara Gus Dur semasa jadi presiden. Yang menarik disikapi adalah fenomenanya. Tim kreatif SBY begitu pintarnya memainkan momen. Sejak resmi bercerai (mungkin saja rujuk lagi) dengan JK, mereka seolah berlomba-lomba saling salip mencitrakan diri lewat media. Selisih satu poin untuk keunggulan SBY. Ditambah SBY pintar bernyanyi. Ada pelaaangiiii.... Sepertinya, jika tidak terpilih lagi nanti, presiden kita ini bisa menggantikan Krisyanto yang sudah meninggalkan Jamrud.
Kembali ke acara 'Harus Bisa' lagi. Mungkin ingin meniru sukses Obama dengan 'Yes, we can'-nya. Terlihat sedikit memaksakan ketika acara itu dibuat semacam variety show khas TransTV. Jujur, saya masih lebih suka melihat acara Black in News di Trans7.
Diselingi senandung beberapa penyanyi dan band papan atas. Samson dengan Kenangan Terindah, Agnes Monica dengan Matahariku, Andra and the Backbone dengan Hitamku. Mendengar judul lagu terakhir ini, jadi ingat hitamnya Djarum Black (hehehe....).
Konten pembicaraan penuh dengan wejangan yang utopis, njelimet mbulet, berulang seperti artikel yang di-rewrite menggunakan software canggih. Pokoknya bikin pusing (baca: bete). Jika berkaitan dengan kisah, ceritera masa lalu yang menggugah hati dan membuat perasaan berdarah-darah, SBY sangat pintar melakukannya.
Malah sangat disayangkan, ketika Tony Chen seorang pakar IT yang melemparkan isu bagaimana rencana pemerintah ke depan dalam menyikapi persaingan global di bidang teknologi informasi, ditanggapi dingin saja oleh SBY. Padahal saya berharap, SBY membuat suatu gebrakan: berantas buta internet. Maksudnya, orang yang buta internet, diberantas ! :P
Akhirnya, tidak ada yang tertinggal buat saya dari acara itu selain memuji tim kreatifnya SBY yang berani dan inovatif. Tapi, tetap masih kalah inovatif dengan peserta Blackinnovationawards (hehehe...sempet-sempetnya...).
Selamat Malam, Blogger! Selamat beristirahat, salam hangat esok pagi buat Anda sekeluarga dari sibaho yang sedang menunggu partai MU vs Inter.
Kembali ke SBY. Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dengan konten acaranya. Mendengar SBY bicara dengan gayanya yang konservatif, saya sudah bete. Jauh lebih menarik mendengarkan bicara Gus Dur semasa jadi presiden. Yang menarik disikapi adalah fenomenanya. Tim kreatif SBY begitu pintarnya memainkan momen. Sejak resmi bercerai (mungkin saja rujuk lagi) dengan JK, mereka seolah berlomba-lomba saling salip mencitrakan diri lewat media. Selisih satu poin untuk keunggulan SBY. Ditambah SBY pintar bernyanyi. Ada pelaaangiiii.... Sepertinya, jika tidak terpilih lagi nanti, presiden kita ini bisa menggantikan Krisyanto yang sudah meninggalkan Jamrud.
Kembali ke acara 'Harus Bisa' lagi. Mungkin ingin meniru sukses Obama dengan 'Yes, we can'-nya. Terlihat sedikit memaksakan ketika acara itu dibuat semacam variety show khas TransTV. Jujur, saya masih lebih suka melihat acara Black in News di Trans7.
Diselingi senandung beberapa penyanyi dan band papan atas. Samson dengan Kenangan Terindah, Agnes Monica dengan Matahariku, Andra and the Backbone dengan Hitamku. Mendengar judul lagu terakhir ini, jadi ingat hitamnya Djarum Black (hehehe....).
Konten pembicaraan penuh dengan wejangan yang utopis, njelimet mbulet, berulang seperti artikel yang di-rewrite menggunakan software canggih. Pokoknya bikin pusing (baca: bete). Jika berkaitan dengan kisah, ceritera masa lalu yang menggugah hati dan membuat perasaan berdarah-darah, SBY sangat pintar melakukannya.
Malah sangat disayangkan, ketika Tony Chen seorang pakar IT yang melemparkan isu bagaimana rencana pemerintah ke depan dalam menyikapi persaingan global di bidang teknologi informasi, ditanggapi dingin saja oleh SBY. Padahal saya berharap, SBY membuat suatu gebrakan: berantas buta internet. Maksudnya, orang yang buta internet, diberantas ! :P
Akhirnya, tidak ada yang tertinggal buat saya dari acara itu selain memuji tim kreatifnya SBY yang berani dan inovatif. Tapi, tetap masih kalah inovatif dengan peserta Blackinnovationawards (hehehe...sempet-sempetnya...).
Selamat Malam, Blogger! Selamat beristirahat, salam hangat esok pagi buat Anda sekeluarga dari sibaho yang sedang menunggu partai MU vs Inter.
33comments:
wah gimana ya mas, tapi pa SBY masih keren lah ... :D
mending lihat jarum black wakaka
MAKSAAAA!!!!
Pernah temu muka dengan beliau waktu masih di Filipina dan belum jadi presiden. Orangnya bersahaja ja ja ja..
males bgt liatnya jg kmrn...mendingan gw ntn budi anduk hehehe...
SBY? nothing. flamboyan, sama senengnya sih sama publikasi, tapi gak asik. gak ke-feeling-an.
semuanya terlalu jelas 'pencitraan' gak lebih.
aku emang selalu pusing kalau mikir pemerintahan ini,,
heheehehe..
aku selalu berharap aku bisa mendapatkan tarif inet yang lebih murah nanti kalau presidennya baru..
bisa dapet lapangan pekerjaan..
hahahaha
egoisnya aku, gak pernah mikirin yang lain ya???
hehehehe
Dari taon ke taon gk ada kemajuan sama sekale. Benar gak seh???
By the way salam kenal yak..
*penasaran MOud ON*
kalo saya lebih suka nonton TVone untuk referensi berita, abis lebih "berani dan inovatif" sih!
Kunjungi blog ku yach http://kelincex.blogspot.com
xixixi...
kalo ada yg gratisan mau
tai kalo gak ada
gak mau
palingan ini trik kampanyenya pak sSBY saja
hmmm, ada manunya yah lae...
sukses deh, smoga menangg
Terapi Ion Elektrik Rendam Kaki Detox
Peluang Usaha Rumahan
Terapi Ion
Manfaat Terapi Ion Elektrik
Terapi Ion Elektrik
Terapi Kesehatan Murah
Post a Comment
Berkomentar yang wajar ya kawan :)