28 March 2010 | 43 comments | Sibaho Way

Menyelesaikan masalah tanpa masalah

Add to Technorati FavoritesKegiatan Minggu pagi diawali dengan membersihkan bak mandi. Walau terlihat bersih, jika lantai dan dindingnya coba digosok, maka air akan sedikit keruh. Wajib dibersihkan sebelum tambah parah. Lantai dan dinding bak disikat, diberi cairan pembersih, sikat lagi hingga air menjadi keruh total. Setelah air kotor dibuang, bak diisi lagi dengan air bersih. Bening.
Apa insight-nya?

Pertama, kita kadang hanya melihat sesuatu hanya dari permukaan saja. Sama dengan bak mandi tadi. Terlihat bersih dengan air yang bening. Padahal setelah digosok sedikit, kotorannya langsung bertebaran. Sering kita tidak pernah mengakui atau tidak menyadari masalah yang sebenarnya karena terlihat wajar dari permukaan. Kita sering mengkultuskan tokoh A, terpesona dengan prestasi institusi B, , padahal banyak kebobrokan di dalamnya, yang melebihi prestasinya yang tidak seberapa.
Aturan pertama penyelesaian masalah: angkat masalah ke permukaan !

Kedua, setelah kita menyadari dan mengakui sebuah masalah, kita takut dengan proses penyelesaian masalah yang 'menyakitkan'. Bagaimana membersihkan bak mandi tanpa membuat air keruh? Itu proses. Dalam sebuah proses, terkadang harus ada derita, jatuh, luka dan pengorbanan. Pada akhir proses nanti, semua akan kembali sendiri dengan kondisi yang lebih baik.

Ketiga, masalah harus diselesaikan dengan tindakan nyata yang jelas, bukan menutupinya dengan masalah baru, lalu membiarkan waktu yang akan menyelesaikannya, dimana biasanya usaha dan pengorbanannya malah akan lebih besar. Jika kotoran yang menutupi lantai dan dinding bak mandi tadi dibiarkan terus dan malah menggantinya dengan ember baru, maka pada saatnya nanti akan meledak menjadi masalah yang lebih kronis.
Selesaikan masalah A dengan tindakan A, masalah B dengan tindakan B. Bukan menutupi masalah A dengan masalah B.

Semoga Polri, Kejaksaan, Kehakiman, KPK, Perpajakan dan seluruh institusi pemerintah lainnya dapat membersihkan 'bak mandi' masing-masing. Bersihkanlah, walau itu menyakitkan ! Demi Rakyat Indonesia !

Related Post



43comments:

Post a Comment

Berkomentar yang wajar ya kawan :)

Supporting Websites