12 November 2009 | 26 comments | Sibaho Way

Mempertanyakan keabsahan informasi dunia maya

Seorang teman, katakan namanya Ocem mengikuti sebuah aliran keagamaan yang kurang umum. Sebut saja namanya aliran Bahoomian. Kebetulan kakaknya menjadi pimpinan di aliran tersebut. Dulu dia suka 'berdakwah' di tengah kita dan jika ada pertanyaan yang dia tidak bisa jawab, dia selalu akan menanyakan kepada kakaknya. Selalu begitu: bertanya pada kakaknya.

Itu 7 tahun lalu. Dan Senin kemarin seorang teman yang lain menceritakan kalau sekarang Ocem sudah berubah dan keluar dari aliran tadi. Dia masih suka berdakwah. Tapi tempat dia bertanya bukan kakaknya lagi. Tebak siapa? Mbah Google ! Itu sejak dia mengenal internet.

Nah ini juga yang menjadi pemikiran saya beberapa waktu yang lalu, tentang data dan informasi yang bertebaran di dunia maya. Siapa yang mengendalikan ke-valid-annya? Bukankah ensiklopedi online semacam wikipedia (dan ini banyak dijadikan referensi), setiap orang bisa menjadi kontributor? Bagaimana jika ada seseorang (atau sekelompok orang) yang dengan maksud dan tujuan tertentu memasukkan informasi yang keliru?
Bagaimana jika kita ingin mendapatkan informasi dimana kita masih buta sama sekali dengan informasi tersebut, dan internet menyajikan kita informasi yang tidak benar? Bukankah kita nanti malah mempercayai informasi yang salah? Bagaimana pula jika informasi itu malah kita sebarluaskan? Kacaw !

Bagaimana menurut kawan? Siapa yang menjamin keabsahan suatu informasi di internet? Bagaimana Ocem dan kita memisahkan informasi yang valid atau hanya sekedar hoax?

Untuk informasi yang kritis dan sensitif, sepertinya kita masih harus rajin membuka buku. Kalau orang Bandung bilang 'muka buku' atau bahasa gaulnya ya Facebook. Berarti kita harus rajin pesbukan dooong...? :P

Related Post



26comments:

Post a Comment

Berkomentar yang wajar ya kawan :)

Supporting Websites