26 October 2009 | 22 comments | Sibaho Way

Kurangi tidur dan multitasking

Tulisan ini masih ada kaitannya dengan posting kemarin yaitu soal waktu. Pertanyaan kemarin, siapa yang hidupnya lebih panjang?

Oke. Sebelumnya, kita perjelas dulu pertanyaannya. Hidup tidak selalu dikaitkan dengan umur, sepakat? Baik.

Dan tidur di sini tidak dikategorikan sebagai hidup, karena hidup berarti bergerak, loncat-loncat, disko, bekerja, ngerumpi, ngeblog, beribadah, ngebut dan lain-lain. Pokoknya aktivitas yang dilakukan dengan mata melek. Sepakat? Ow, itu urusan sampeyan kalau tidak setuju :D

Jadi, umur 2 orang bisa saja sama, tetapi waktu hidupnya belum tentu. Contohnya ya itu, Si A tidurnya saja cuma 4 jam berarti hidupnya 20 jam sehari. Sedang si B yang tidur mencapai 7 jam sehari berarti hanya tersisa 17 jam untuk hidup dalam sehari. Kesimpulannya, cukup jelas toh ?

Lanjut. Itu baru dari sisi durasi. Bagaimana jika diukur dari sisi efektifitasnya ? Yang ini pasti harus dihitung berdasarkan output atau dalam hal ini banyaknya aktivitas. Katakan selain A, ada lagi Si C yang tidurnya juga cuma 4 jam sehari. Apakah waktu hidupnya sama. Secara jumlah ya. Secara efektifitas belum tentu.

Anggap saja 20 jam mereka hidup itu terdiri dari 8 jam bekerja, 2 jam di perjalanan, 5 jam bersama keluarga, 2 jam Blogging, 1 jam ngobrol di Pos Ronda dan 2 jam kitik-kitik istri :)

Tapi tunggu dulu. Ternyata si C ketika 2 jam Blogging dia sambil mengajari anak belajar, ketika 1 jam ngobrol di Pos Ronda dia membahas pemberdayaan ibu-ibu komplek, ketika 8 jam bekerja dia juga sibuk facebook-an walau sudah diblokir proxy. Ketika 2 jam kitik-kitik istri, mereka juga mendiskusikan klub poligami di Bandung. Sementara Si B tidak tidak seperti itu.

Nah, hidup siapa lebih efektif ?

Kesimpulannya kawan,

  • Umur boleh sama atau lebih pendek, waktu hidup belum tentu. Jadi, mulai sekarang, kurangilah tidurmu. Lakukan aktivitas apa saja.
  • Waktu hidup boleh sama, namun utilitas (nilai guna) hidup belum tentu. Mulai sekarang biasakan multi tasking agar hidup lebih berguna. Contoh, ngeblog sambil mendulang dollar.
Ini memang pendapat saya pribadi dan senang rasanya ada yang memiliki pikiran yang sama dengan saya, yakni Pak Setiawan Dirgant@ra, Ajeng (bonus link lagi nih), juga Tisti Rabbani (tuh saya kasih link juga kan, ayo senyum), dan tentunya tanpa bermaksud mengecilkan pendapat teman-teman yang lain.

Selamat Malam, Bahoomian !! Salam hangat Sibaho buat Anda sekeluarga.

Related Post



22comments:

Post a Comment

Berkomentar yang wajar ya kawan :)

Supporting Websites