17 November 2009 | 63 comments | Sibaho Way

Mengapa Itik Bali, bukan Bebek Bali?

Mengapa Ayu Laksmi di blogosphere menamakan dirinya Itik Bali bukan Bebek Bali? Ini hasil analisa saya. Boleh percaya boleh tidak. Yang percaya saya, musyrik !

Mengapa Itik?
Karena itik identik dengan cantik tampil unik memakai batik sambil makan kripik, mengulik kata bolak balik, jadi cerita kritik yang menarik, soal politik yang menggelitik. Tapi mengapa akhir-akhir ini kurang produktik? *maksa banget yak :P*

Mengapa bukan Bebek?
Karena Bebek rupa jelek mulut mewek termehek-mehek persis embek bau ketek lagi eek emang dasar ngehek malah makan gaplek glek glek glek 1000X

*harapan saya masih sama dengan Cerpenis kemarin: Itik Bali datang sambil cemberut namanya dicatut tidak patut, lalu cabut sambil k*&tut cepat pulang*

NB: Jangan marah ya Yu, nama blogmu saya jadiin bulan-bulanan di blog ini. Kalo kamu gak terima, kamu bisa kok melakukan hal yang sama di blogmu. Saya rela dan ikhlas. Tapi jangan lupa nama saya dikasih link ya... :))

NB (lagi): *serius nih* Tulisan ini adalah keresahan seorang sobat yang melihat Itikbalis yang lebih banyak warawiri di status facebook. Bikin tulisan bagus lagi dong Yuuuu...

Related Post



63comments:

Post a Comment

Berkomentar yang wajar ya kawan :)

Supporting Websites