09 March 2009 | 17 comments | Sibaho Way

Memperhitungkan jarak aman

Satu hal yang sering luput dari pengendara adalah memperhitungkan jarak aman dengan kendaraan di depan kita. Tabrakan beruntun di jalan tol, kasus tabrak belakang, adalah contoh akibat tidak tepatnya jarak aman yang dibuat.

Rumusnya sebenarnya sederhana: jarang iring sebanding dengan kecepatan kendaraan. Kecepatan 80 km/jam berarti jarak aman dengan kendaraan di depan adalah 80 meter. Masalah timbul karena kedua kendaraan sama-sama bergerak. Bagaimana mengetahui bahwa jaraknya sudah sesuai rumus tadi.

Ada cara mudahnya. Dengan menggunakan aturan 2 detik (two seconds rule): mengucapkan 'seribu dan satu, seribu dan dua' atau 'one thousand and one, one thousand and two'. Penasaran?
Begini. Ketika beriringan dengan kendaraan di depan, sesuaikan kecepatan. Lalu ambil benda statis di pinggir jalan sebagai patokan. Bisa tiang listrik, tiang lampu, pohon atau tiang reklame sejenis reklame Djarum Black Slimz yang banyak bertebaran bersaing dengan banner caleg.
Saat kendaraan di depan sejajar dengan benda tadi, kita mulai menghitung dengan mengucapkan dalam hati: seribu dan satu, seribu dan dua. Jika selesai mengucapkannya kendaraan kita sejajar dengan benda statis tadi, berarti jarak kita relatif aman. Tapi, bila benda tersebut sudah lewat sementara kita belum selesai mengucapkannya, berarti jarak kita terlalu dekat. Cara mengucapkan kalimat tersebut dengan tempo yang standar. Jangan terlalu cepat, jangan juga terlalu lambat. Seperti bicara biasa saja.

Ingat! aturan 2 detik berlaku untuk kendaraan ringan. Untuk kendaraan yang lebih besar seperti bus, truck dan trailer, bisa meningkatkan aturan dengan aturan 4 detik. Cukup tambahkan dua detik lagi dengan aturan yang sama. Sehingga menjadi: seribu dan satu, seribu dan dua, seribu dan tiga, seribu dan empat.

Jadi, terserah Anda tergabung dengan komunitas sejenis Black Car Community atau Black Motor Community, aturan tadi layak diterapkan. Mau mencoba? Safety riding ya bro...

Selamat Sore, Blogger! Liburan sudah berakhir, salam hangat buat Anda sekeluarga dari sibaho.

Related Post



17comments:

Post a Comment

Berkomentar yang wajar ya kawan :)

Supporting Websites