Menangislah..
Menangislah karena darah yang berceceran
Menangislah karena daging yang bertebaran
Menangislah karena jiwa yang beterbangan
Menangislah..
Menangislah karena nurani yang telah mati
Menangislah karena darah yang berceceran
Menangislah karena daging yang bertebaran
Menangislah karena jiwa yang beterbangan
Menangislah..
Menangislah karena nurani yang telah mati



24 komentar:
Ya Baho, sayapun menangis, meski cuma dalam hati. Menangisi ketiadaberdayaan sekaligus kebodohan kita sehingga kejadian seperti ini selalu terulang. Ampuni saya ya Allah.
Ampuni kami ya Allah, yang hanya bisa marah, mengutuki, meratapi, menagisi tanpa mampu berbuat apa-apa untuk menghentikan kekejian itu.
Nggak bisa nangis. Hati terlalu sedih karena kita nggak bisa apa-apa untuk mencegahnya.
hanya bisa menghela nafas dan berdoa utk para korban.
Ehm,aku ampe gak bisa berkata kata lg...
semoga peristiwa tersebut tak mampu memecah belah anak bangsa ini [amin]
Tragis dan menyedihkan, ditengah2 kebahagiaan pesta demokrasi harus dikotori tindakan terkutuk seperti ini.
sedih,...semoga lebih baiklah ini negeri...amiiin
Menangislah
Bila harus menangis
Tumpahakan air mata
jika jiwa tak kuat lagi
Tumpahkan
alirkan
menuju kelapangan sanubari
mengiringi matinya hati nurani
hu...hu..merinding banget nih jadinya.. Ya Allah...
saatnya merenung.. eh salah..merenung harusnya setiap saat
ya . Aku menangis sobat
Atas semua derita berat
yang menimpa Saudara dekat
kerana di BOM manusia keparat
Tangisku ntuk INDONESIA
sudah terlalu banyakkah dosa negeri ini ?
*sigh*
Saat berdo'a
Saat bersungguh-sungguh memohon ampun
sesungguhnya kita hanyalah sangat kecil dan tiada daya di hadapan-Nya
apik gambarnya... benar-benar meratap gitu
dan lawanlah dengan kepalan tanganmu.....
menyentuh hati ini jauh lebih dalam..jauh lebih dalam...seratus kali jauh lebih dalam...
Amien
cuma para pengecut yang bisa berbuat begitu....ingatlah wahai pengecut, hukum Allah akan berlaku untuk kalian, laknatullah..!!!
Mari kita belajar dan melangkah tuk membenahi diri menjadi manusia seutuhnya
Salam Sayang
ampun tuhan...
jadi mrinding bacanya
salute bos
entah matahati siapa yg gelap...
Poskan Komentar
Poskan Komentar
Komentar yang relevan menunjukkan Anda tidak skimming :P