26 September 2009 | 31 comments | Sibaho Way

Georgetterox

Nama blogger satu ini Vicky Laurentina. Alamat blognya di sini http://georgetterox.blogspot.com. Repot kan membacanya? Sepertinya masih ada keterkaitan dengan tulisan yang tertera di bawah photonya: gorgeous and always rocks. Artikan saja sendiri ya..

Tulisannya ringan, energik, meletup-letup namun sarat makna. Kadang-kadang konyol tapi kalau ditelusuri bisa benar juga. Saya sendiri berkenalan dengan tulisannya ketika dia masih PTT di sebuah tempat yang katanya rutin mati listrik dan masyarakatnya selalu menyetel musik dengan keras. Walau berlatarbelakang kedokteran, tulisannya tidak melulu kok soal kesehatan. Jika membaca 1 tulisannya, dijamin ketagihan untuk melahap tulisannya yang lain.

Sekedar kisi-kisi saja. Tulisan terbarunya yang berjudul : Antara Bandeng dan Orang Sekarat, sangat menggelitik. Bayangkan saja, dalam suasana berkabung masih bisa berkonyol ria bahkan dengan melibatkan bandeng segala. Tapi, ini membuka cara pandang saya tentang kematian, bahwa tidak selamanya kematian harus disikapi dengan tangis. Ada poin yang lebih penting yaitu persiapan (termasuk baju melayat :P), persiapan menghadapi kematian diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi, kapan pun! Lho, kok jadi mengerikan gini.... :P

Oke, kalau mau berteman lebih dekat via facebook atau friendster, search saja dengan nama lengkapnya di atas. Tapi, jangan berharap dia langsung confirm. Biasanya diselidiki dulu siapa Anda, siapa teman Anda, termasuk membongkar-bongkar isi blog Anda. Bila perlu interview dulu via email :D

Vic, sorry nih saya 'nggosipin' kamu tanpa ijin dulu. Semoga apa yang saya ceritakan tidak berlebihan. Yang jelas, menurut saya, kamu blogter (blogger dokter) yang unik dan layak dilipatgandakan.

Selamat Sore, Bahoomian!! Salam hangat Sibaho buat Anda sekeluarga

Read More..
24 September 2009 | 12 comments | Sibaho Way

Improvement apa sih ?

Seorang teman bertanya waktu chatting via facebook: kamu selalu bicara improvement, apa sih sebenarnya? Seberapa penting? Kok di perusahaan Aku kerja gak ada.... Aku googling nyangkutnya kemana-mana....

Susah juga menjelaskannya lewat chatting. Oke, sesuai janji saya, lewat blog ini saya kasih sedikit 'pemanasan'. Semoga buat Bahoomian yang lain juga dapat bermanfaat.

Berapa kali menggosok gigi dalam sehari? 2 kali: pagi dan malam sebelum tidur. Pertanyaan saya: Ketika mandi pagi, Anda menggosok gigi sebelum atau sesudah mandi? Oke. Simpan dulu jawaban dalam hati.
Sebentar kita mundur dulu beberapa langkah untuk sekedar mengingat apa tujuan awal menggosok gigi. Yes! Membersihkan sisa makanan yang menempel di gigi!
Kita kembali lagi ke jawaban Anda tadi. Apapun jawabannya, kok sepertinya tidak ada korelasinya ya dengan tujuan awal. Wong, malamnya sudah disikat bersih, kok paginya digosok lagi saat mandi. Sehabis sarapan malah tidak digosok. Nah lho....

Oke. Insight-nya, kita perlu menganalisa cara kita bekerja, belajar, blogging, mengajari anak, memasak, mencuci dan lain-lain selama ini. Jangan terpaku pada kebiasaan. Seperti kebiasaan menggosok gigi tadi. Cek sekali lagi, apakah apa yang saya lakukan sudah sesuai dengan tujuan awal? Karena sekedar niat saja ternyata tidak cukup !!

Saya kira cukup dulu, Bahoomian. Semoga di tulisan yang akan datang bisa lebih gamblang membahas soal improvement.
Selamat Sore, Salam hangat Sibaho untuk Anda sekeluarga.

Read More..
21 September 2009 | 19 comments | Sibaho Way

Taubat Sambel Pedas

Ramadhan itu seperti Improvement cycle di perusahaan. Dan Idul Fitri itu adalah konvensinya. Yuk, sedikit membandingkan Ramadhan dengan Improvement cycle.

1. Improvement Cycle=Ramadhan
Di perusahaan, Improvement cycle itu digulirkan sebagai sarana para karyawan untuk penyelesaian masalah, belajar/menambah pengetahuan, membina teamwork dan lain-lain. Ada yang dengan sendiri (SS, PPS) ada juga dengan tim (QCC, QCP, Jishuken, dll). Masalah yang ada pada area kerja masing-masing berusaha diselesaikan sendiri secara mandiri. Yang pasti, tujuannya satu: perbaikan!
Dalam bulan Ramadhan juga setiap pribadi melakukan perbaikan, baik secara individu maupun berkelompok. Yang tadinya jarang sholat jadi lebih rajin. Yang tadinya hanya sholat lima waktu, ditambah dengan sholat sunnah. Yang tadinya sholat sendiri, sekarang berjamaah. jadi Lebih sering membaca Al qur'an, lebih banyak bersedekah dan berinfaq, lebih menjaga lisan dan perilaku.

2. Analisa masalah=Tafakur
Dalam berimprovement di perusahaan, semua hal yang menyebabkan masalah dianalisa secara detil (metode 4M1E) hingga ditemukan akar masalahnya lalu dicarikan solusinya. Dengan begitu masalah yang sama tidak akan terulang kembali.
Selama Ramadhan pun, banyak yang berusaha mencarikan solusi atas permasalahannya selama ini, terutama yang berhubungan dengan sang pencipta tentunya. Melakukan tafakur berintrospeksi diri menyadari kesalahan-kesalahan yang selama ini dilakukan. Lalu mencarikan solusinya. Bedanya, dalam melakukan analisa ini, lebih kepada faktor internal daripada faktor eksternal.

3. Standarisasi=Taubat
Hasil improvement biasanya setelah dilakukan evaluasi akan distandarisasi dengan pendokumentasian, sosialisasi dan distribusi ke departemen terkait. Hal ini dilakukan agar hasil improvement ke depan dapat dilaksanakan oleh semua pihak. Standarisasi ini juga berguna untuk menjadi dasar untuk melakukan perbaikan pada improvement cycle berikutnya.
Hasil dari tafakur selama Ramadhan biasanya dimanisfestasikan dalam bentuk taubat dan menjadikan apa-apa yang telah dilakukan selama Ramadhan akan menjadi standar dalam menjalani kehidupan ke depan. Bedanya, taubat ini jarang didokumentasikan dan disosialisakan kepada keluarga atau orang lain.

4. Konvensi Improvement=Idul Fitri
Tibalah saatnya selebrasi bagi para pemenang lewat konvensi. Tim-tim dan improvement terbaik merayakan hasil improvement-nya. Sebagi bentuk penghargaan, mereka juga mendapatkan banyak hadiah dari perusahaan. Ilmu setiap anggota tim juga meningkat.
Puncak Ramadhan tentunya adalah perayaan Idul Fitri. Tua muda, kaya miskin, atasan bawahan, pejabat rakyat jelata semua bergembira. Bedanya dengan Improvement di perusahaan adalah: di perusahaan ada tim juri yang menentukan siapa tim yang layak maju ke konvensi untuk merayakan kemenangan. Sedangkan di Ramadhan, yang menjadi juri adalah diri sendiri, apakah layak merayakan Idul Fitri atau tidak.

Apakah selesai? Belum. Dalam Improvement cycle, tugas terberat justru menjaga konsistensi pelaksanaan hasil improvement itu. Standarisasi dan sosialisasi tidak menjadi jaminan bahwa hasil improvement dapat terjaga di hari-hari ke depan. Perlu awareness dari semua pihak terkait untuk melaksanakan dengan baik. Perlu dilakukan evaluasi secara berkala untuk mengecek kembali apakah masih sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Agar ketika Improvement cycle yang akan datang, kita tidak memperbaiki problem yang sama lagi.

Bagaimana dengan Taubat? Hampir sama dengan di atas. Diperlukan integritas yang tinggi untuk dapat melaksanakan apa-apa yang telah distandarkan selama Ramadhan, agar taubat itu menjadi sebenar-benarnya taubat (taubat nasuha) dan bukan sekedar taubat sambel pedas (sudah tahu pedas tapi masih diulang-ulang untuk memakannya). Perlu kesadaran tinggi agar standar Ramadhan tetap bisa dipertahankan. Agar ketika Ramadhan yang akan datang kita tidak melakukan taubat yang sama lagi, tapi lebih kepada meningkatkan standar dari Ramadhan sebelumnya.

Selamat Malam, Bahoomian!! Semoga Tuhan mengijinkan kita bertemu lagi dengan Ramadhan yang akan datang. Salam hangat Sibaho buat Anda sekeluarga.

Read More..
18 September 2009 | 11 comments | Sibaho Way

Ramai di kesepian

Lebaran tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Juga berbeda dari kebanyakan orang. Jika tetangga dan teman-teman beramai-ramai mudik ke kampung halaman, kali ini yang terjadi kebalikannya. Kedua mertua, kakak ipar dan bulik sekeluarga akan berlebaran di rumah kami. Pasti ramai. Ramai di tengah sepinya komplek. Paradoks ya...

Ya. Inilah repotnya memiliki istri yang bekerja di pelayanan publik seperti rumah sakit. Pabrik bisa libur, kantor bisa tutup, mall bisa istirahat sejenak, tapi yang namanya orang sakit, bagaimana mengaturnya?

Jadilah kita sepakat mengadakan acara Lebaran di rumah mungil nan sederhana di sebuah kota kecil bernama Cikarang. Yang penting bisa bermaaf-maafan dan sejenak istirahat dari rutinitas harian yang demikian ketat.

Oh ya. Buat yang berlebaran di kampung, hati-hati di perjalanan ya. Utamakan keselematan bersama. Selamat berlebaran bersama keluarga. Bagaimana pun cara merayakannya, semoga tidak mengurangi makna Idul Fitri itu sendiri.

Selamat Sore, Bahoomian!! Salam hangat Sibaho buat Anda sekeluarga.

Read More..
16 September 2009 | 7 comments | Sibaho Way

Wanita bercadar

Kalau melihat wanita bercadar saya sangat kagum. Apa yang saya kagumi? Saya pernah berbincang-bincang dengan dengan para lelaki komunitas wanita bercadar ini. Tepatnya sih mendengarkan dan sesekali bertanya. Mereka tidak terlalu mengkhawatirkan dunia. Mereka mengutamakan hidup di dunia semata-mata demi ibadah. Bukankah itu dahsyat?

Sejenak saya mengaca diri. Betapa saya sangat mengkhawatirkan dunia ini. Terutama dunia saya sendiri. Ya mengkhawatirkan hari esok, pekerjaan, pendidikan anak-anak, keuangan, keluarga, situasi dunia yang tidak menentu dan banyak lagi. Mungkin kita tidak terlalu menyadari bahwa kita sudah terlalu diperbudak oleh dunia. Hal ini bisa saja terjadi karena tuntutan keadaan yang sudah sangat berubah dari waktu ke waktu.

Saya jadi teringat cerita emak ketika saya tanya, apakah mereka dulu tidak mengkhawatirkan bagaimana masa depan saya nanti ketika mereka mendaftarkan saya di sebuah sekolah dasar inpres? Emak jawab: apa yang perlu dikhawatirkan, orang mau pintar atau bodoh kan bukan karena sekolah. Dan alhamdulillah, walau tidak bagus-bagus amat, kehidupan saya so far so good.
Ah, saya jadi ingat dua tahun lalu ketika saya dan istri harus hunting mencari sekolah yang baik buat Ogi. Betapa kami sangat mengkhawatirkan pendidikan anak kami. Padahal siapa yang bisa menjamin bahwa hal itu bisa membuat dia lebih baik? Tidak ada. Kita memang harus berikhtiar, tetapi jika sudah ditambah khawatir, kita stress sendiri sepertinya.

Bagaimana dengan para wanita bercadar itu? Ah, seandainya saya bisa seperti mereka, tidak mengkhawatirkan dunia yang kita lintasi tidak lebih dari 100 tahun. Tidak mengkhawatirkan sesuatu karena selalu berbaik sangka dengan segala ketentuan Tuhan. Entah kapan saya bisa begitu. Semoga Tuhan membimbing saya, Amin!

Selamat Malam, Bahoomian! Salam hangat dari sibaho buat Anda sekeluarga. Semoga berkah Tuhan selalu menyertai kita semua.

Read More..
04 September 2009 | 16 comments | Sibaho Way

Pagi yang indah untuk latihan ngeblog lagi

Pagi ini sungguh menyegarkan. Pengeras suara dari banyak mushalla ramai mengumandangkan shalawat sembari menunggu masuknya waktu shubuh. Mestinya menenteramkan. Namun karena suara yang saling tumpang tindih, sedikit mengurangi kekhidmatannya. Tidak apa-apalah. Dzikir saja dalam hati.

Ayam Kate saya sudah ramai berkokok sahut-menyahut. Mereka memang selalu begitu. Tidak perduli Ramadhan atau tidak, selalu setia membangunkan kami untuk melakukan sholat shubuh. Itulah dzikir-nya.

Sementara yang betina sudah mulai keluar bersama tiga ekor anaknya mengais tanah dan memakan daun-daun kembang di halaman rumah. Selalu begitu setiap pagi. Pasti besok istri saya mengomel dengan perilaku ayam-ayam itu. Katanya, merusak tanaman, bikin berantakan tanah dan kotorannya kadang bercecer sembarangan dan seringnya terinjak ketika dia sedang mengurus tanamannya. Saya hanya bilang : Istriku, ayam-ayam itu hanya sedang melaksanakan fitrahnya sebagai makhluk Tuhan.

Kita lihat saja besok begitu dia pulang bekerja. Ya, istri saya pagi ini masih dinas malam di sebuah rumah sakit di daerah Mangga Besar. Dia sempat mengalami demotivasi juga dengan pekerjaannya yang rutin: setiap hari merawat anak yang sakit. Saya pun berusaha memotivasi dengan berbagai cara. Bagaimana saya harus meyakinkan dia bahwa pekerjaannya tidak sekedar merawat anak yang sedang sakit. Menggambarkan bahwa pekerjaannya itu bukan pekerjaan sembarangan dimana dia sebenarnya sedang menyelamatkan kebahagiaan sebuah keluarga, merawat buah cinta manusia. Menyelamatkan seseorang yang mungkin saja pada saat nanti menjadi manusia yang sangat berguna bagi dunia. Bukankah itu dahsyat?? Dan tips itu saya dapat dari sebuah milis motivasi.

Ketika istri saya balik bertanya: kalau ayah kerjanya apa? Padahal dia tahu sehari-hari kerja saya berkutat di pabrik.
Saya katakan, kerja saya memastikan orang-orang tetap aman dan nyaman ketika mengendarai sepeda motor, dengan cara memastikan komponen-komponen otomotif yang dibuat oleh perusahaan saya bekerja, sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Dahsyat juga kan ?
Pekerjaanmu apa, bro?

Selamat Pagi, Bahoomian! Salam hangat sibaho buat Anda sekeluarga dan selamat berakhir pekan.

Read More..
02 September 2009 | 10 comments | Sibaho Way

There's no 'I' in TEAMWORK

Bekerja dalam sebuah tim hampir sama dengan bermain bola. Setiap pemain sudah harus mengerti apa yang menjadi 'core' tugas dan tanggungjawabnya tanpa menunggu signal (baca:perintah) dari pelatih, kapten atau pemain lainnya. Apalagi dalam Total Football, tidak ada yang istimewa. Semua harus bahu membahu dengan satu tujuan: GOAL !
Satu titik saja lemah, kinerja tim tidak akan bisa maksimal dan titik lemah itu akan menjadi bulan-bulanan lawan.

Satu orang dalam tim yang tidak dapat bermain total football mengharuskan yang lain untuk 'menggendong' tugas orang tersebut. Terjadi ketidakseimbangan beban kerja. Sesuatu yang tidak seimbang akan membuat 'oleng' tim dalam perjalanan mencapai target.

Bagaimana sebaiknya bekerja dalam tim? Gampang. Pahami tugas masing-masing dan selalu fokus terhadap tujuan. Satu lagi: There's no 'I' in a TEAMWORK !

Selamat Pagi, Bahoomian ! Senang rasanya bisa menulis kembali di blog ini, walau dengan waktu yang terburu-buru. Paling tidak unek-unek saya bisa tertuang. Salam hangat dari sibaho buat Anda sekeluarga.

Read More..

Supporting Websites