27 February 2009 | 18 comments | Sibaho Way

Selamat Sore Februari

Saya ingin mengucapkan selamat sore pada Februari yang akan berakhir hari ini. Bulan ini penuh suka walau sangat merepotkan sekali. Sedikit mengulas aktivitas blogging di bulan Februari *Perlu gak sih*
Ini dia kronologi singkat postingan Februari (maksudnya February wrap up):
  1. Good morning February, Good Morning Indonesia ! Sedikit mengingatkan agar selalu mengevaluasi resolusi yang dibuat awal tahun.
  2. Right Process will bring Great Result adalah tulisan yang menceritakan tantangan dari bos untuk meringkas buku dengan judul yang sama. Deadline Februari dan alhamdulillah sudah clear. Nanti pdf-nya saya kasih buat yang mau.
  3. Watching TV in 30 minutes adalah cerita singkat saya ketika TVwalking. Seru.
  4. If you know WHY, you will find the HOW. Ini tulisan untuk memotivasi diri sendiri. Syukur-syukur bisa menginspirasi yang lain. Coba baca, siapa tahu berguna.
  5. Time. Ngomongin waktu hingga lupa waktu. Catatan enteng tapi asyik.
  6. Exchange Program mengajak blogger untuk saling bertukar banner+review. Kurang sukses. Ada satu dua yang ajak, tapi belum terlalu serius. Mau?
  7. Collaboration Advertisement sebuah ide untuk menggabungkan satu dua produk dalam satu slot iklan televisi. Bagaimana menurut Anda?
  8. Istiqomah adalah tulisn yang terinspirasi karena melihat photo keluarga Imam Samudera dan anak-anaknya. Penasaran? Tinggal klik.
  9. Just Writing berawal dari menjadi penulis tamu di blog Alam Pintar. Mau lihat tulisan saya di sana? Cari label sibaho.
  10. Talk about Pos Ronda menceritakan serunya pos ronda di RT saya. Baca deh, pasti puwas!
  11. Save your backlink menganalogikan kampanye para caleg dengan blogging dan seo. Penasaran lagi? Ayo ke TKP!
  12. Berlatih ala Komeng adalah sedikit tips menulis. Ingat, ini bukan teori. Hanya mencoba sharing agar tetap semangat menulis. Silahkan dibaca.
  13. Mimpi adalah kunci. Sebuah impian teman yang menurut saya cukup menantang: memasyarakatkan kopiah. Hari ini saya dapat kiriman kopiah yang banyak. Siapa mau?
  14. Akhirnya dapat PR juga. Pe-er pertama selama ngeblog. Langsung trauma. Mau tahu apa?
  15. Dibalik setiap ancaman ada peluang. Melihat setiap ancaman dari sisi yang berbeda agar kita tetap bisa bertahan hidup. Saat tulisan ini di-publish, bencana menimpa widget follower blogger.
  16. Setuju Gak? Tulisan super mini di bawah posting ini. Konyol tapi itu realita.
Semoga ke depan bisa menulis lebih baik, demikian juga dengan Anda sobat.

Selamat Pagi, Blogger! Selamat beristirahat di akhir pekan, salam hangat dari sibaho buat Anda sekeluarga

Read More..
26 February 2009 | 21 comments | Sibaho Way

Setuju Gak?

No Meeting means No Review
No Review means No Progress
No Progress means No work

Jadiiiiii....

No Meeting means No Work !!

Read More..
24 February 2009 | 10 comments | Sibaho Way

Dibalik setiap ancaman ada peluang

Benarkah dibalik setiap ancaman ada peluang? Apakah itu hanya sebuah mitos untuk memotivasi saja?
Di komplek perumahan kami yang terpencil ini telah berdiri sebuah sebuah minimarket Alfamart yang akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Ada 2 warung di wilayah RT kami yang selalu beroperasi menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari. Walau tidak besar tapi cukuplah. Satu dari warung tersebut milik Pak Waluyo, salah satu pelanggan tetap pos ronda yang baru terkena ganasnya krisis global 2 bulan lalu: PHK! Bisa dipastikan keberadaan AlfaMart tersebut akan mengganggu kestabilan warung yang saat ini menjadi tumpuan hidupnya.

Tapi, apalah daya seorang Waluyo? Di sisi lain, termehek-mehek berkepanjangan juga tidak membantu. Mau tidak mau buka teori klasik: SWOT-strength weakness opportunity threat. Namun kali ini dengan urutan terbalik menjadi TWOS.
  1. Threat : Ancaman Alfamart itu membuat saya dan Pak Waluyo memutar otak, how to survive.
  2. Weakness : Kelemahan sudah tidak usah disebut. Warung mana yang bisa melawan minimarket? Bunuh diri perlahan-lahan namanya.
  3. Opportunity : Ini yang menarik. Apa peluang yang kita dapat dari Alfa Mart. Ingat teori perang dari daratan China: ajak musuh ber-simbiosis mutualisma. Biarkan Hiu Alfa Mart memakan mangsa besarnya. Tidak apa kita jadi teri yang makan remah-remahnya. Alfamart atau Indomaret biasanya menyewakan space di halaman. Itu peluangnya. Kita harus manfaatkan itu. Kompromi dengan Pak Waluyo dan melakukan analisis pasar (halah gaya), sepakat untuk membuka warung tenda mie ayam, secara belum ada selain yang keliling pakai gerobak. Punya ilmunya? Ya belajarlah. Saya punya teman Surabaya yang jago bikin mie ayam (mie bikin sendiri, bebas pengawet). Istri punya teman yang jago bikin bakso. Klop! Selanjut tinggal berlatih dan berlatih. Lama-lama juga ahli.
  4. Strength : Keinginan kuat Pak Waluyo untuk bertahan hidup. Gairah sibaho untuk memulai usaha kecil.
Namun ada sedikit yang mengganggu. Ternyata Pak Waluyo dijanjikan temannya akan dimasukkan bekerja dua bulan yang akan datang. Walau Pak Waluyo lebih berat jualan mie ayam, tapi dia ada timbul rasa tidak enak dengan temannya tersebut. Saran dari saya, ambil yang pasti-pasti dulu. Temannya juga pasti mengerti. Besok saya akan menghubungi marketing Alfa untuk menanyakan prosedur dan ToS-nya.
Semoga analisis SWOT di atas bisa menjadi kenyataan. Doakan ya..
Ada yang punya pengalaman berjualan mie ayam atau menyewa space di depan minimarket? Sharing ya :)

Selamat Pagi, Blogger! Selamat bermimpi indah, salam hangat sibaho menyertai Anda sekeluarga.

Read More..
23 February 2009 | 24 comments | Sibaho Way

Akhirnya dapat PR juga

Setelah sekian lama nge-blog, akhirnya saya dapat PR (baca: bukan pagerank) juga. Tidak enak juga kalau tidak dikerjakan. Bagaimanapun, tongkat estafet harus tetap dilanjutkan, halah! PR ini disampaikan oleh Bang Baka yang mengkategorikan saya sebagai Blogger Fren-li, padahal saya inginnya masuk kategori Blogger Smart ber-otak XL yang Flexi-bel, dengan senyum Simpati penuh cahaya Mentari. Mau?
Stop ngawur, kembali ke PR (masih dibaca:bukan pagerank). Langsung copas dari si pemberi PR. Nih :
  1. Take a recent photo of yourself OR take a picture of yourself RIGHT NOW
  2. DON'T change your clothes. DON'T fix your hair, just take a picture
  3. Post that picture with NO editing
  4. Post this instruction with your picture
  5. Tag 10 people to do this
Jawaban No 1,2,3,4


Photo gak di-edit, cuma dikecilin biar gak berat (itu namanya di-edit juga ya :P )

Jawaban No. 5
Sementara belum bisa menyebutkan nama, mau blogwalking dulu cari mangsa, beware ! :D

Kapan ya dapat PR (baca: pagerank) dari Mbah Google :P

Selamat Sore, Blogger! Salam hangat dari Sibaho? Pastinya buat Anda sekeluarga.

Read More..
20 February 2009 | 24 comments | Sibaho Way

Mimpi adalah kunci

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia, kata Nidji. Di sebuah majalah butut terbitan beberapa tahun lalu, seorang wanita cantik petinggi Unilever bermimpi: ingin menjadikan ice cream (Walls) sebagai menu wajib sehari-hari di Indonesia. Mereka sudah menyiapkan perencanaan jangka panjang. Bukan hal yang mudah, tetapi dengan kerja keras dan kesabaran pasti bisa dicapai.

Lihatlah Indomie. Mereka sudah sukses menjadikan mie instan sebagai menu pilihan makanan sehari-hari. Dulu, mie instan itu tak lebih seperti jajanan layaknya kwe tiaw yang kita beli disaat kepingin doang. Butuh kerja keras dan waktu yang panjang hingga Indomie menjadi seperti sekarang.

Makanya saya sangat antusias mendukung ketika salah seorang teman bermimpi ingin menjadikan kopiah/peci jadi salah satu 'menu' fashion beberapa tahun ke depan. Dia ingin kopiah atau peci tidak lagi sekedar salah satu pelengkap ibadah. Dia juga ingin kopiah tidak hanya menjadi representasi remaja masjid atau organisasi Islam yang terkesan tradisionil.

Dulu (dulu lagi nih), busana muslimah yang sekarang sudah semarak, selalu identik dengan ibu-ibu pengajian. Modelnya pun sangat konservatif. Sekarang, busana muslimah sudah sangat berwarna dan indah. Bahkan perkembangannya pun mengikuti tren. Baju koko pun sempat tenar ketika beberapa tahun kemarin sedang ramainya ustad seleb :P

Lalu apa kontribusi sibaho untuk mewujudkan mimpi teman tersebut. Sementara ini baru sebatas saran (gak mutu). Itu pun mencontek dari yang ada :)
  1. Teguhkan niatnya dulu, know the why.
  2. Harganya harus murah dan terjangkau, bila perlu gratis. Tengoklah blogger, wordpress, blogsome yang memberikan layanan gratis sehingga pertumbuhan blog menjadi cepat.
  3. Modelnya harus variatif, cantik dan yang terpenting harus up to date. Bisa minta disain orang-orang yang kompeten. Pasti banyak yang mau memberikan sumbangsih model-model ciamik. Theme-theme cantik blogger dan wordpress banyak di-develop oleh sukarelawan lho... Gratis!
  4. Tersedia dimana-mana sehingga mudah mendapatkannya. Percuma harganya murah dengan model bagus tapi hanya tersedia di Bulan dan planet Mars. Blogger dan Wordpress juga bisa diakses dimana saja. Theme-nya yang bejibun juga bisa di dapat dimana-mana, lokal ataupun interlokal, halah....
  5. Sering melakukan event-event sosialisasi kopiah. Bisa lewat fashion show, pemilihan model kopiah terbaik, lomba disain, kontes merajut dan banyaklah. Hehehehe...kayak Pesta Blogger, kontes SEO atau Kampanye Damai gitu.
  6. Sabar. Apapun hasilnya, harus tetap istiqomah.
Tapi serius, sibaho akan ikut memasyarakatkan kopiah dengan lebih sering memakainya (kecuali kalau lagi kerja, ada topi perusahaan masalahnya). Hayo jujur, punya berapa kopiah di rumah?

Selamat malam, Blogger! Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta, dan jangan lupa sampaikan salam hangat dari sibaho buat mereka.image from here

Read More..
19 February 2009 | 20 comments | Sibaho Way

Berlatih ala Komeng

Siapa yang tak kenal Komeng si jago ngemeng? Itu orang tidak ada matinya kalau sudah ngebanyol. Apa saja bisa dijadikan objek lawakannya. Tentu itu menjadi idaman setiap komedian. Komeng pernah sharing di sebuah stasiun televisi swasta, jika dia setiap hari berlatih dengan memanfaatkan satu objek yang ada di sekitarnya bergantian. Hari ini dia menggunakan meja sebagai bahan lawakan. Besoknya dengan motor. Lalu sapu, garpu sampai keset. Begitu setiap hari. Hampir semua objek dijadikan latihan. Hasilnya, lihatlah setiap dia beraksi. Improvisasinya tidak pernah habis sekalipun dikeroyok 5 orang lawan main. Ceplas ceplos tapi tetap masih relevan.

Menulis juga kurang lebih seperti itu. Jika kita suatu ketika kehilangan ide, cobalah menulis sesuatu yang ada di dekat kita. Bisa kembang, nyamuk, kasur atau kucing tetangga. Jika sudah pernah ditulis oleh orang lain, coba menulis dengan kacamata berbeda. Orang ingin sesuatu yang baru. Dan tulisan baru bisa jadi objek yang sama dari sisi yang berbeda.

Sebagai contoh, banyak blog yang menulis tentang gadget, katakanlah handphone. Biasanya yang dibahas pasti perkembangan terkini, fitur-fitur canggih, hingga software atau facebook-an lewat hp. Kita bisa saja membahas sisi lain dari handphone. Tulis saja hp pertama yang kita punya, atau bagaimana hp membuat orang menjadi suka menggampangkan ketika janji bertemu. Bisa juga ergonomi setiap merek hp yang berbeda-beda dan banyak lagi yang bisa dieksplorasi.

Apakah hasilnya akan bagus? Bagus tidaknya sebuah tulisan tentu berbanding lurus dengan seringnya kita berlatih. Semakin sering berlatih, maka kita akan terbiasa merangkai kata dengan baik. Selain itu, latihan juga akan mengasah naluri kita dalam memilih objek tulisan yang menarik. Teori menulis yang baik, mendapatkan ide yang segar, banyak dibahas di buku maupun blog. Tetapi melahirkan tulisan yang baik hanya didapat dengan sering-sering berlatih menulis. Berlatih berlatih dan berlatih. Seperti Si Komeng lah.
Ayo, tetap semangat ya...!

Selamat malam, Blogger! Sampaikan salam hangat dari sibaho buat keluarga Anda

Read More..
17 February 2009 | 30 comments | Sibaho Way

Save your backlink

Apa salah satu persamaan blogosphere dengan kampanye para caleg? Backlink dan Review! Ternyata di dunia per-caleg-an backlink juga ada. Selain 'banner' tentunya.
Ketika saya main ke rumah teman, saya melihat 'banner' seorang caleg dari pks di situ. Melihat itu saya menanyakan: simpatisan? Lalu dia mulai memberikan 'review' tentang caleg tersebut. Bagaimana caleg tersebut ikhlas akan meninggalkan jabatan Manager-nya di sebuah perusahaan PMA di kawasan EJIP Cikarang. Bagaimana caleg tersebut sangat aktif di organisasi keagamaan, pendidikan hingga karang taruna.
Di akhir review teman saya itu menyampaikan 'anchor text': jika ingin melihat lebih dekat, setiap Hari Jum'at ba'da Isya bisa menghadiri pengajian di rumahnya.

Singkat cerita, suatu hari saya pun mengikuti pengajian di rumah caleg tersebut. Saya jalan sendiri ke sana berdasarkan alamat berupa 'hyperlink' yang disertakan pada anchor text tadi. Intinya, saya sampai ke rumah caleg tersebut, bisa melihat langsung wajah dan bila mau dapat berbincang-bincang dengan beliau.

Apa yang membuat saya bisa sampai ke blog (baca:rumah) caleg tersebut? Tidak lain karena 'backlink' yang berada pada teman ber 'pagerank' tinggi di mata saya. Seandainya pagerank teman tersebut not available di mata saya, otomatis saya tidak akan memperdulikan apapun review yang dia berikan. That's why hanya blog yang ber-PR tinggi yang mendapatkan job paid to review ;)

Jadi mulai sekarang, selain membuat 'content' bagus berupa perilaku, hati-hati juga menempatkan link. Bisa-bisa popularitas menurun karena review dilakukan oleh blog (baca:kader) yang salah seperti sibaho ini.
Google banget ya....

Selamat Pagi, Blogger! Di luar sedang hujan, namun salam hangat dari sibaho masih tetap ada buat Anda sekeluarga.

Read More..
16 February 2009 | 17 comments | Sibaho Way

Talk about Pos Ronda

Tahu Pos Ronda? Pastinya bukan nama sebuah sebuah media cetak ataupun online. Ada juga yang bilang Pos Siskamling-pasti sebutan ini produk zaman Suharto karena terlihat dari singkatannya yang ABRI banget. Sebuah tempat kongkow kelas bawah (cukup aneh jika ada kalangan atas yang mau bergabung) untuk melepas kepenatan.
Namun di sini semua pembicaraan alami, meluncur begitu saja tanpa ada tendensi dan pemikiran yang ribet atau macam-macam. Mulai dari politik, ekonomi, bisnis, sosial, lingkungan hidup, gosip artis sampai masalah seks (baca: porno). Dan tentunya obrolan dengan semangat pos ronda: semakin malam semakin ngawur (biasanya jatah yang paling malam ya, yang jorok-jorok dan porno).

Pos Ronda tidak perlu bagus biar nanti tidak dikira mal, yang penting bisa menampung kurang lebih 7 orang. Bisa terbuat dari kayu, bambu atau ada juga yang dari bahan agak mendingan: beton. Yang umum sih dengan bambu. Selain murah juga bisa dipindah jika sudah bosan pada satu tempat (biasanya yang bosan adalah istri warga yang keberisikan karena pos terlalu dekat dengan rumahnya dan suaminya lebih sering nongkrong di pos daripada nongkrongin dirinya).

Makanan di pos ronda juga tergolong sederhana dibanding acara hajatan Pak Lurah. Kacang, snack dan kopi. Kalau bendahara RT lagi bolong, bisa dibelikan ikan atau ayam buat bakar-bakar. Dan anehnya, pak RW selalu tahu jika ada acara bakar ayam. Beliau langsung nongol dengan wajah sumringah berkobar-kobar.

Tapi, dengan segala keterbatasan Pos Ronda itu, dari sana banyak mengalir kejadian-kejadian dan obrolan yang lumayan inspiratif. Contohnya ya tulisan ini :D

Orang-orang yang sering nongkrong di Pos Ronda juga variatif, kata sopan dari lucu. Berikut nama-nama orang yang rutin nongkrong, hingga satu persatu ditelepon oleh istri masing-masing (kalau gak bawa hp, anak disuruh menyusul).
Ini dia para pemeran utamanya:
Pak RT, selalu rajin datang walau nanti pulang sebentar dengan alasan menidurkan anak dan biasanya gak balik lagi sih.
Pak Waluyo yang selalu dan paling rajin nongkrong di Pos Ronda. Ya, dia memang mesti rajin ikut nongkrong. Soalnya kalau ada yang butuh rokok atau kopi atau snack maka dia pasti cepat bertindak. Apalagi kalau pas mati lampu, dia rajin menanyakan siapa yang belum punya lilin. Maklum dia punya warung.
Pak Dodik juga rajin nongkrong. Apalagi kalau malam-malam dimana dia akan menginap di hotel tempat dia kerja shift malam.
Pak Joko adalah orang yang ditunggu di Pos Ronda. Urusan snack dan kopi tergantung belaskasihannya. Paling-paling juga nanti dia pusing pas membuat laporan pertanggungjawaban keuangan RT.
Pak Satriyadi, kalau yang ini kebalikan jailangkung: datang kalau dijemput dan pulang minta diantar. Kebetulan secara fisik juga kurus ya kayak jailangkung memang.
Pak Asep lebih memilih nongkrong di Pos Ronda daripada di rumah diajak diskusi oleh istrinya soal sinetron-sinetron di TV.
Pak Ishak adalah manusia yang rajin lewat dan menyapa warga yang sedang di Pos Ronda. Walau sekarang sudah berubah, dulu Dia sangat sibuk dengan kerja lemburnya. Tidak ada tanggal merah di kalender kerjanya. Biasanya kita paksa mampir jika ada pembahasan mengenai perijinan-maksudnya masalah peri dan jin. Pak Ishak memang cukup kompeten dalam tangkap menagkap hantu, setidaknya menurut dia.

Yang lain masih banyak walaupun hanya sebagai komentator atau mesam-mesem doang. Ada juga sih yang tidak pernah nongkrong sama sekali. Selidik punya selidik, ternyata masuk kategori suami-suami takut istri. Beeeuuhhh...!

Selamat Sore, Blogger! Masih ada salam hangat dari Sibaho untuk Anda sekeluarga.

Read More..
14 February 2009 | 27 comments | Sibaho Way

Just Writing

Semalam chatting sama teman blogger, dia lantas nanya: apa enaknya jadi penulis tamu di blog orang lain? Ini tentu ada kaitannya dengan tulisan saya di blog-nya Alam kemarin. Jawaban saya singkat. Tapi jawaban itulah yang menginspirasi tulisan ini.
Begini,
Saya menulis di blog orang lain bukan karena sudah kebanyakan stok tulisan. Bukan juga karena ingin numpang beken. Apalagi ingin membuat tulisan yang amat sangat bermutu tinggi sekali. Standar saja kok. Cuma menulis.

Buat saya, menulis itu sama seperti makan. Tulisan adalah makanannya. Ada berbagai menu dan tinggal pilih kan? Karena menu di rumah saya ini cuma kelas ikan teri dan sayur daun singkong (kadang diselingi tempe), maka makanan itu juga yang saya bawa ke rumahnya Alam. Kalau istilah saya ke tuan rumah: ingin makan tempe di restoran bagus. Dengan sedikit sentuhan si empunya rumah (tanpa mengurangi rasa khas masakan saya), ditambah suasana meja makan yang beda, rasa tempenya memang sedikit lebih nikmat.

Teman saya itu menanyakan lagi, terus apa untungnya? Saya gak nyari untung! Kalau mau cari untung pasti saya jualan online kayak easy dan nirmana. Salah satu tujuan saya menjadi penulis tamu tentu ingin berbagi, sepanjang ada yang mau menerima tentunya. Pesan orangtua saya, jika ingin berbagi tidak harus dengan barang bagus atau barang bernilai tinggi. Sebab, jika ingin menghitung nilai sesuatu yang diberikan, itu tergantung siapa penerimanya. Buat seorang pengemis, nilai 1 milyar sama nikmatnya dengan 10juta Rupiah, atau bahkan dengan sebungkus nasi padang. Buat Anda mungkin beda lagi kan?

Teman saya itu masih nanya lagi (saya bilang, ini pertanyaan terakhir ya..): terus kapan menulis buat blog-ku? Gubrak!

Selamat Siang, Blogger! Ada salam hangat dari Sibaho buat Anda sekeluarga.

image from here

Read More..
13 February 2009 | 16 comments | Sibaho Way

Istiqomah


Photo di atas berisi orang-orang yang sangat menginspirasi saya dalam menjalani hidup. Hingga kadang lupa dan ternyata sudah terlalu menjadikan mereka di atas segala-galanya. Kadang juga lupa bahwa mereka itu hanya titipan yang suatu saat dapat diambil oleh pemilik abadinya, sang khalik yang maha benar. Kapan pun Dia mau!

Di setiap ada kesempatan untuk berdo'a saya selalu memohonkan kebaikan dan keselamatan mereka, meyakinkan mereka bahwa hidup harus dijalani dengan benar, menegakkan apa yang seharusnya benar, paling tidak berharap lewat doa agar yang benar terlihat benar. Selemah-lemahnya iman toh...

Photo di bawah ini menunjukkan saat-saat dimana Imam Samudera dapat berkumpul bersama anak-anak, istri dan ibunya ketika dia menunggu kepastian eksekusi mati terkait kasus bom Bali. Pasti dia juga memberi nasehat baik kepada anak-anaknya yang sangat innocent tersebut, mungkin hampir sama ketika saya juga selalu meminta anak dan istri agar selalu istiqomah dalam menjalani takdir Allah yang maha adil. Bedanya, kini dia tidak bisa lagi bercengkerama dengan keluarganya karena sudah dieksekusi. Siapa yang benar-siapa yang salah, wallahualam bisshowab!

INDONESIA-ATTACKS-BALI-EXECUTION

Read More..
10 February 2009 | 27 comments | Sibaho Way

Collaboration advertisement

Kalau lagi nonton TV dan tiba-tiba disela oleh iklan rasanya kesal sekali. Apalagi iklan yang tayang jumlahnya banyak dan rata-rata berdurasi 30 detik. Hayo, pilih mana: sebentar-sebentar disela iklan tapi jumlah iklan sedikit atau durasi antar iklan lama tapi sekali iklan jumlahnya segambreng? Kalau saya tidak pilih dua-duanya.
Kadang saya terpikir, kenapa sih para pengiklan tidak berkolaborasi saja dalam satu iklan agar lebih menghemat waktu dan biaya? Mungkin 2 atau 3 produk bekerja sama dan menghasilkan iklan yang mengakomodir semua kepentingan. Bisa jadi produk yang saling melengkapi, bisa juga mungkin produk pengganti atau terserah-lah. Tapi saya tidak tahu, apakah ini melanggar ToS periklanan atau tidak. Jika ya, ada baiknya dipertimbangkan untuk direvisi.

Contoh, Iklan Oreo bisa gabung dengan produk susu : diputar, dijilat, dicelupin ke susu dancow, bla bla bla dan seterusnya. Ada lagi, Iklan kopi gabung dengan produk rokok, iklan mie instan dengan produk saus/sambel, Iklan motor dengan ban atau oli, dan lain-lain.
Bayangkan, jika ada 15 iklan yang harus tayang, dengan sistem kolaborasi bisa terpangkas menjadi tinggal 10 saja mungkin. Ada penghematan waktu dan pastinya akan diikuti dengan penghematan uang. Penghematan biaya promosi tentu akan merubah struktur harga produk dan ini akan disukai oleh konsumen.

Bisa dikatakan, biaya promosi merupakan biaya tambahan yang tidak memberikan nilai tambah pada produk, tetapi pembiayaannya dibebankan pada konsumen. Tidak percaya? Apa nilai tambah iklan pepsodent terhadap pasta gigi tersebut? Berapa anggaran belanja iklan produk tersebut dalam setahun yang disusupkan ke harga produk? Gak adil kan?
Apakah pihak televisi akan rugi? Mestinya tidak! Karena akan menambah 'space' untuk dieksplorasi. Dan tentunya akan menghasilkan fulus juga.

Saya masih belum bisa membayangkan format iklan, kolaborasi antara kondom dengan pembalut wanita. :D
Selamat malam, Blogger!

Read More..
08 February 2009 | 20 comments | Sibaho Way

Exchange Program

Mengapa Program ini penting?
Program Banner+Review Exchange ini bertujuan untuk menjalin keakraban (lebih dari sekedar bertukar link) dan saling memberi masukan satu sama lain. Masukan yang membangun dan konstruktif mungkin lebih baik daripada puja-puji karena katanya, pujian (selain memotivasi) bisa juga mematikan kreativitas.

Bagaimana caranya?
  1. Saling kontak dulu tentunya :) Untuk sibaho, bisa lewat YM: billnaibaho atau lewat email billnaibaho[at]gmail.com
  2. Membuat review blog dengan jujur, bukan pesanan. Ingat, jika review tidak jujur akan mengecewakan pengunjung yang diarahkan ke sana. Apa yang di review? Terserah. Bisa content, tampilan, aksesoris hingga kecepatan loading sah-sah saja.
  3. Memasang banner blog yang di-review dan ditautkan ke post review. Bisa juga langsung ke alamat blog yang bersangkutan atau bisa saja ke salah satu posting yang direkomendasikan. Lamanya tergantung kesepakatan bersama.
  4. Lain-lain bisa dibicarakan bersama. Jangan lupa, jika ada inovasi baru, bagi-bagi ya... :)
Manfaatnya?
  1. Review yang objektif untuk mendapatkan masukan ke depan.
  2. Backlink dan pengunjung-lah (tidak dijamin) :D
Penting!!
Program ini 95% untuk mendapatkan review yang objektif, bukan untuk meningkatkan PR atau menaikkan traffic pengunjung.

Update: tadinya tanggal post ini saya rubah menjadi dari tanggal 8 Februari menjadi 8 Januari 2009 karena hanya sebagai pelengkap space banner yang baru saya pasang di sidebar (padahal gak pede aja dengan gagasan sendiri). Tapi karena terprovokasi Tulisan Pak Yopan Prihadi, saya akhirnya merubah tanggalnya menjadi 8 Februari.

Read More..
07 February 2009 | 12 comments | Sibaho Way

Time

Fakta :
  1. Kalau kita masih ingat pelajaran fisika atau kimia semasa sekolah (baru inget doang udah puyeng) dimana sangat banyak rumus yang mengandung variabel waktu.
  2. Waktu ternyata sumber daya yang belum bisa (paling tidak hingga saat ini) direkayasa dan terbatas.
  3. Banyak pepatah tua, time is money, waktu adalah pedang.
Ke depan, waktu akan semakin berharga. Hampir setiap produk atau pun jasa harus memasukkan nilai tambah dari sisi 'waktu' di dalamnya. Apa yang kita beli dari tiket pesawat? Waktu. Apa yang kita beli dari telepon genggam? Waktu juga. Apa yang kita beli dari magic jar? Masih waktu. Apa yang kita beli dari notebook? Waktu kan? Apa yang kita beli dari toko online? Jujur saja: waktu!

Malangnya manusia belum berhasil menambah sehari lebih dari 24 jam atau sekadar memutar ulang waktu. Sebagaimana layaknya, rumus baku: profit (manfaat) = Masukan (sumberdaya) - Keluaran (pemakaian), dimana masukan masih tetap 24 jam sementara kita ingin menaikkan manfaat, maka jalan satu-satunya adalah dengan menghemat pemakaian waktu. Walau kadang kita harus membayar lebih untuk 'membeli' waktu tersebut. Tidak apa-apa, yang penting kita masih bisa mendapatkan manfaat yang lebih baik.

Ada lagi, karena pada setiap produk/jasa sudah ditanamkan efisiensi waktu, ternyata berefek pada umur pakai. Kita sebut saja produk tersebut sebagai produk berteknologi tinggi. Salah satu ciri dari produk berteknologi tinggi adalah: umur pakai (lifetime) yang semakin pendek, baik karena mutu maupun karena dikanibal oleh teknologi itu sendiri. Lihat motor jadul, sampai sekarang masih awet. Lihat juga telepon genggam tahun 2000 yang sampai sekarang masih tahan banting. Lagu-lagu Beatles, siapa yang tidak tahu walaupun anak zaman sekarang. Coba lihat lagu-lagu yang hits sekarang, 2 bulan lagi juga tenggelam.

Apakah aktivitas ngeblog buang-buang waktu? Sepanjang mendatangkan manfaat (manfaat lebih banyak daripada waktu terpakai), tidak! Tapi kalau ngeblog tujuannya hanya untuk menghabiskan waktu, lebih baik alihkan dengan kegiatan yang lebih bermakna. Hargai waktu yang telah diberikan oleh Tuhan.
Hhhmmmmmm, jika ingat umur, seandai saya diberi umur hingga 60 tahun, berarti tinggal tersisa 25 tahun lagi.

Read More..
05 February 2009 | 28 comments | Sibaho Way

If you know WHY, you will find the HOW

If you know WHY, you will find the HOWSharing motivasi sedikit. Mengapa WHY lebih penting dari HOW? Banyak orang yang memimpikan sesuatu dan bergegas mencari HOW-nya. Saya ingin menghasilkan uang lewat blog, lalu saya secara serabutan mencari HOW-nya dengan belajar seo, daftar adsense, paid review dan lain-lain. Hampir sama dengan ketika orang ingin kaya, maka semua buru-buru mencari cara bagaimana menjadi kaya. Lihat, semua fokus pada HOW. Akibatnya banyak yang tidak berhasil. Ketika kita cek WHY-nya, mengapa ingin cari duit lewat blog, kenapa ingin kaya, kenapa ingin sehat? Alasannya sangat lemah. Tidak sampai membuat dada bergemuruh atau air mata berdarah-darah (hiperbol gak sih). Tidak sampai menyentuh emosi.

Emosi. Ya itu dia. Berdasarkan survey, katanya orang sering bertindak karena 2 faktor: emosi dan logika. Dan porsi paling banyak adalah emosi (80%) lalu logika (20%). Orang beli hp mahal lebih karena faktor emosi: ingin menunjukkan pencitraan diri.
Tahu kan cerita klasik, orang yang dikejar anjing tahu-tahu bisa melompati pagar tinggi 2 meter? Nah, kita harus bisa mencapai level WHY seperti itu agar kita merasa "HARUS BISA".

Mengapa WHY lebih penting dari HOW? Karena pada dasarnya orang semua sudah tahu HOW menjadi kaya, sukses atau lebih baik. Kita tahu caranya, tetapi tidak mau melakukannya. Permasalahannya, kurangnya WHY yang emosional dan menyentuh, bila perlu menitikkan air mata dan sampai ke level perasaan tertentu sehingga kita mampu berkata: Cukup sudah keadaan ini! Lihat saja WHY yang melatarbelakangi orang-orang sukses.

Satu hal, untuk membuat WHY yang kuat, pikirkan juga konsekwensi negatif jika tidak berhasil, seperti orang dikejar-kejar anjing itu. Jika tidak berhasil, habislah tubuhnya digigit.
Hampir lupa, WHY saya ngeblog ternyata hanya ingin menulis, curhat dan ngemeng. Batin dan emosi saya terpuaskan jika sudah bisa publish satu tulisan baru. Paling tidak untuk saat ini :)
Pertanyan saya untuk nirmana dan easy, apa WHY anda membuka distro batik gaul dan toko easy? Dijawab ya ;)


image from here

Read More..
04 February 2009 | 13 comments | Sibaho Way

Watching TV in 30 minutes

Semalam ada waktu untuk menonton televisi. Kalau di blog mungkin seperti blogwalking-lah. Masuk channel 11, TV One sedang menyiarkan acara 'Uji Kandidat'. Baru sekali ini saya melihatnya. Lumayan bagus dan bikin tertawa. Puluhan caleg diuji seperti layaknya cerdas cermat, mulai dari pengetahuan daerah pemilihan (kebetulan semalam dari Jawa Timur) sampai pengetahuan politik. Dan tebak, rata-rata 75% caleg menjawab salah! Betapa hancurnya hati masyarakat Jatim menonton acara ini. Tersaring 5 besar, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Baru satu pertanyaan, eh keburu iklan. Pindah channel.

Masuk channel 9, Metrotv. Acaranya: Partai Bicara. Politik lagi. Ya nggak apa-apa deh, mumpung lagi on. Partai yang bicara adalah Partai Bintang Reformasi diwakili Ketua Umumnya Bapak Bursah Zanubi, didampingi Dita Indah Sari (baru tahu kalau mbak Dita bergabung di partai ini). Cukup alot dan menarik pembicaraannya, seputar kebijakan utang luar negeri. Panelisnya pun berbobot seperti Bp. J. Kristiadi (CSIS), Ketua Koalisi Anti Utang (maaf, namanya lupa) dan wartawan senior Bp. Budiarto Shambazy. Menarik kan? Saya sangat menyukai tulisan-tulisan wartawan satu ini. Semalam pun closing dari beliau bagus. Kurang lebih begini, "Visi partai anda sudah bagus dengan memposisikan diri sebagai partai anti utang, apalagi tadi katanya mempunyai program yang jelas untuk membebaskan Indonesia dari hutang. Tapi untuk membuat orang memilih partai anda, harus dijelaskan, apa yang membuat partai ini berbeda dengan partai lain seperti PDIP, Golkar dan lain-lain, dalam hal kebijakan utang luar negeri...."

Itu dia. Berpartai kok hampir sama dengan ngeblog ya? Karena blog pun katanya harus berbeda dari blog-blog yang sudah ada. Apa yang harus berbeda dari blog ini sehingga membuat orang mau secara rutin berkunjung? Sampai sekarang belum dapat :D. Iklan lagi. Pindah channel.

Masuk ke TV One lagi, sedang berita (sekilas info). Ternyata update berita atas meninggalnya Bp. Abdul Azis Ketua DPRD Sumut akibat demo anarkis pembentukan Prov. Tapanuli. Dada ini bergemuruh marah, bergolak sedih, hati menangis. Inikah demokrasi? Pindah channel.

Masuk channel no 7, Trans7. Acara: OKB, sebuah komedi situasi. Ada Parto, Raffi Ahmad, Sule' dan dr. Boyke. Rafi menanyakan ke dr. Boyke, "Bagaimana sih dok pacaran yang sehat? ". Diserobot oleh Parto, "Pacaran sehat itu, Hari Minggu berdua pacar lari pagi.." Asli, saya mengakak! Tidur dulu ah.

Bicara sehat, ber-internet juga sepertinya harus sehat. Buktinya, sedang ada Internet Sehat Award 2009. Bagi yang ingin mengikuti, silahkan meluncur ke lokasi kontes.

Read More..
02 February 2009 | 17 comments | Sibaho Way

Right Process will bring Great Result

Mulai bulan Februari ini, setiap bulannya saya minta Para Section Head membuat Ringkasan Buku. Untuk bulan Februari ini harap buku tsb di atas yang dibuat ringkasannya. Saya tidak mau menyuruh seseorang, tetapi saya menchallenge siapa saja yang mau melakukannya.......
Siapa yang merasa tertantang, harap me-Reply All email ini, sebutkan deadline waktunya. Barang siapa yang merasa meminjam buku tsb dari saya, harap segera mengembalikannya, kecuali jika anda mau membuat ringkasannya.
Selamat Berimprovement,
Email di atas datang dari si bos (bisa dikepret saya kalau dia tahu saya sebut bos). Inilah mungkin salah satu aktivitas yang digembar-gemborkan tahun lalu dalam menapaki tahun 2009: melakukan hal yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang berbeda pula. Dan hal baru yang dilakukan untuk Pebruari: membuat ringkasan buku. Ya sudah, setelah ditimbang-timbang tanpa masak-masak, langsung saya klik reply all secara takut keduluan yang lain *pertamax mode on* Hitung-hitung belajar bikin review. Deadline, end of February 2009. Jadi begitu kelar berbaringan dengan gajian. Serasa paid review kan?
Buku yang dimaksud di atas adalah buku berjudul 'Right Process will bring Great Result' karangan Bapak Tjahyadi Lukiman. Buku tersebut sangat bagus untuk para pimpinan, terutama yang terkait dengan bagian operasional. Saya mendapatkan secara gratis ketika mengikuti bedah buku tersebut oleh Rhenald Kasali di acara Triputra Improvement Forum III 2008, Hotel Bidakara Jakarta. Kebetulan perusahaan saya bekerja sekarang masih terhitung cucu dari grup tersebut.
Untung saya sudah punya blog. Lumayan nanti ringkasannya saya posting deh di blog ini. Sudah ada juga yang posting, yaitu multiply-nya kopral bowo.
Tapi saya curiga nih, jangan-jangan si bos menyuruh buat ringkasan karena dia kehilangan buku tersebut :D

Read More..
01 February 2009 | 18 comments | Sibaho Way

Good morning February, Good Morning Indonesia !

Bulan pertama di 2009 selesai sudah. Masih tersisa 11 bulan lagi. Mencoba evaluasi apakah masih sesuai dengan resolusi 2009 yang dibuat kemarin. Ada beberapa penyimpangan, walau tidak ekstrem dan saat ini masih dalam progress, baik dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan (kadang-kadang bingung membedakan resolusi pribadi dan pekerjaan karena separuh waktu lebih dihabiskan di pekerjaan). Yang perlu dicamkan, sekali kita menunda pencapaian target bulan per bulan, semakin kesana-sana akan semakin berat.
Salah satu resolusi 2009 kemarin adalah ingin berbuat kebaikan di segala sisi kehidupan, terutama dalam pekerjaan. Mengapa? Jujur saja, selama ini bekerja baru sebatas urusan materi dan aktualisasi diri. Belum sampai membawa kemaslahatan kepada orang lain. Kemaslahatan disini tentu berbeda maksudnya dengan kita menafkahkan materi hasil kerja kita di jalan kebaikan. Kemaslahatan yang dimaksud, kita bekerja dan pekerjaan kita tersebut berefek langsung untuk kebaikan orang lain. Contoh: pekerjaan para dokter, relawan di daerah bencana maupun konflik dan banyak lagi.
Bahkan kumbang saja bisa 'bekerja' yang membawa kebaikan pada orang lain. Lihatlah bagaimana kumbang mencari sari di kelopak-kelopak bunga. Dan kegiatannya itu membantu penyerbukan sehingga bunga bisa berubah menjadi buah. Andai tidak ada mereka, tentu kita tidak bisa menikmati indahnya kembang, merasakan nikmatnya aneka buah. Bersyukur pada yang kuasa karena kita masih bisa menikmati berbagai kemaslahatan di bumi ini.
Bagaimana dalam ngeblog? Sama saja kita juga harus bisa membawa kemaslahatan pada pengunjung. Berbagi ilmu dan pengalaman, tebarkan senyum dan kedamaian, perbanyak teman jauhkan permusuhan, tumbuhkan rasa cinta tanah air dan jangan pelit bagi ilmu cari duit lewat blog :D
Selamat bekerja dan menggapai cita-cita di Bulan Pebruari 2009. Wish you all the best!

Read More..

Supporting Websites