10 Februari 2009

Collaboration advertisement

Kalau lagi nonton TV dan tiba-tiba disela oleh iklan rasanya kesal sekali. Apalagi iklan yang tayang jumlahnya banyak dan rata-rata berdurasi 30 detik. Hayo, pilih mana: sebentar-sebentar disela iklan tapi jumlah iklan sedikit atau durasi antar iklan lama tapi sekali iklan jumlahnya segambreng? Kalau saya tidak pilih dua-duanya.
Kadang saya terpikir, kenapa sih para pengiklan tidak berkolaborasi saja dalam satu iklan agar lebih menghemat waktu dan biaya? Mungkin 2 atau 3 produk bekerja sama dan menghasilkan iklan yang mengakomodir semua kepentingan. Bisa jadi produk yang saling melengkapi, bisa juga mungkin produk pengganti atau terserah-lah. Tapi saya tidak tahu, apakah ini melanggar ToS periklanan atau tidak. Jika ya, ada baiknya dipertimbangkan untuk direvisi.

Contoh, Iklan Oreo bisa gabung dengan produk susu : diputar, dijilat, dicelupin ke susu dancow, bla bla bla dan seterusnya. Ada lagi, Iklan kopi gabung dengan produk rokok, iklan mie instan dengan produk saus/sambel, Iklan motor dengan ban atau oli, dan lain-lain.
Bayangkan, jika ada 15 iklan yang harus tayang, dengan sistem kolaborasi bisa terpangkas menjadi tinggal 10 saja mungkin. Ada penghematan waktu dan pastinya akan diikuti dengan penghematan uang. Penghematan biaya promosi tentu akan merubah struktur harga produk dan ini akan disukai oleh konsumen.

Bisa dikatakan, biaya promosi merupakan biaya tambahan yang tidak memberikan nilai tambah pada produk, tetapi pembiayaannya dibebankan pada konsumen. Tidak percaya? Apa nilai tambah iklan pepsodent terhadap pasta gigi tersebut? Berapa anggaran belanja iklan produk tersebut dalam setahun yang disusupkan ke harga produk? Gak adil kan?
Apakah pihak televisi akan rugi? Mestinya tidak! Karena akan menambah 'space' untuk dieksplorasi. Dan tentunya akan menghasilkan fulus juga.

Saya masih belum bisa membayangkan format iklan, kolaborasi antara kondom dengan pembalut wanita. :D
Selamat malam, Blogger!

24 comments:

itempoeti mengatakan...

Logis banget...

Sayangnya..., teknik kolaborasi seperti itu seringkali tidak bisa mengekspos secara setara produk yang dikolaborasikan.

Masing-masing berebut untuk ditonjolkan.

Memang yang diuntungkan adalah penonton, karena tidak tersita oleh iklan.

suryaden mengatakan...

iklan kondom sedang kolaborasi sama iklan vespa, kalo pembalut harusnya kolaborasi dengan iklan banjir, tapi sama kondom juga bisa... biar kondomnya bisa dipake berkali-kali karena kering... hahahha

MATA HATI mengatakan...

haha kang suryaden itu lho..
iy udah byk kok yg kolaborasi kok..

ADVINTRO mengatakan...

iklan rokok bareng ma obat batuk, iklan makanan cepat saji sama cairan buat BAB.. pas nda mas?

Bill mengatakan...

@itempoeti
mungkin proporsional dengan pembiayaan

@suryaden
seru....

@matahati
udah ada yg kolaborasi ya? apa ya...

@advintro
asyik....

Retrira mengatakan...

ide yang bagus juga...

tapi kalo untuk iklan di tipi kayaknya masih susah diwujudin yah..abis semua pada ga mao kalah! masing-masing mau menonjol :P

hahaha, kolaborasi kondom sama pembalut wanita?
NGACO abissss!!!!

Tukang Nggunem mengatakan...

Jadi inget iklan Oli yang digabung sama Celana dalem wanita...

Bill mengatakan...

@retrira
ya memang kadang harus ada yang menonjol jika yang lain sifatnya hanya pelengkap. seperti itu tadi, indo mie + sambel ABC

@tukangnggunem
ada ya? aduh...kuper banget saya

ABDEE NEGARA mengatakan...

Thansk atas knjungannya.. Salam Kenal balik...

palembangcity mengatakan...

*mo protes bang*
kenapa disini ga bisa juga komen pake nama & blog doang ? :(

easy.blogdetik.com

alifahru mengatakan...

wah... kalau kondom dengan pembalut wanita jangan digabungin... nggak bagus untuk kesehatan... :)

Seno mengatakan...

wah, maknyus nih analisisnya.

cara ngilangin jejak abis ripiu gimana? langsung post baru ya?

Bill mengatakan...

@abdeenegara
:)

@easy
sepanjang blog ini dibuat, udah 2 org (termasuk easy) yg komplen soal ini. tapi suryaden bisa tuh... ada saran?

@alifahru
yg bagus u/ kesehatan kondom sama apa dong bos :D

@seno
yang saya dengar seperti itu, abis ripiu langsung hajar posting baru...

- s L i K e R s - mengatakan...

Malam juga pak !! :D

M. Arief Maulana W mengatakan...

Kolaborasi? rasanya imposible mas...
Dalam advertise perlu ada satu produk yg menonjol. Kalo gado-gado, ntar pada bertengkar. Aneh kalau dalam satu pemutaran, fokus ada dimana-mana...

Salam Sukses,

NB : Mas... coba fasilitas komentatornya dibuka untuk semua orang...! Salam Sukses

ARIEF MAULANA.com - Support Your Success for a Better Life

MASTER ADSENSE - The Secret Ways To Play Google Adsense

AFILIASI 100 PERSEN - Satu-satunya Bisnis Affiliate Marketing dengan Komisi 100% di Indonesia

Bill mengatakan...

@arief
makasih ya pak.. :)

Taman Baca mengatakan...

hemmm.... memang begitulah.
Ada permintaan maaf dari Taman Baca.

omiyan mengatakan...

hhmm dan bisa juga kondom tuh diselimutin ma pembalut yang artinya DALAM KONDISI DINGIN KONDOM LEBIH TERASA HANGAT....

hahahaha

shalimow.com mengatakan...

salam kenal mas

masalah bisnis kalau bisa dilakuakan masing-masing pihak, dan memungkinkan untuk memenangkan persaingan maka akan sulit untuk disatukan. bisnis tidak mengenal kasihan, yang ada adalah menang dan untung.....
kapitalisme bersabda demikian


thanks

Hendrawan mengatakan...

Waduh.. mendeleki iklan..

Nyante Aza Lae mengatakan...

keknya kolaborasi dewi perss ma syaiful jamil aja deh...wuakkakakk

bagus pras mengatakan...

kalau iklan alat kontrasepsi kolaborasinya gimana ya. Dengan jamu kuat, jamu sarirapet, atau minuman suplement.... atau apa ya....

Aribicara mengatakan...

Waduw.. soal ngomongin iklan2 ini memang rumit juga dan kliatanya selamanya yach akan seperti itu. ... :)

Salam :)

Bill mengatakan...

@tamanbaca
kok minta maaf? :)

@omiyan
:))

@shalimow
kejam banget ya...

@hendrawan
ape kaba ni :)

@si lae
fans nya ya :D

@bagus
kontrasepsi sama global warming, halah..gak nyambung :D

@aribicara
gitu ya ri...

Poskan Komentar

Ini blog dofollow. Komentar spam akan saya berangus. Komentar yang relevan menunjukkan Anda tidak skimming :P